Rafflesia bersemi di ujung Berau “Teluk Sumbang”

Bunga bangkai yang menyengat bau busuk yang cukup unik yang pertama ditemukan di Bengkulu oleh ilmuan Thomas Stamford Raffles dan DR. Joseph Arnold  yang diberi nama Rafflesia. Pada awalnya bunga rafflesia ini tumbuh dan berkembang di pulau sumatera tepatnya di bengkulu dan dilakukan pengembangan di Bogor, dan sekarang bunga rafflesia ini sudah tumbuh secara alami di Kabupaten Berau tepatnya di Kampung Teluk Sumbang Kecamatan Biduk Biduk.

Teluk sumbang sapaan untuk kampung diujung selatan Berau ini setiap tahunnya selalu bermekaran bunga rafflesia atau bunga bangkai ini. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pariwisata kabupaten berau. Hasil bincang Kepala bidang Bina Pemasaran Hotlan Silalahi, SE, M.Sc dengan ketua BUMK Kampung Teluk Sumbang,Bapak Muhammad Jumri, bahwa ada 5 titik tumbuhnya bunga Rafflesia ini, yang sudah dideteksi masyarakat. Dan pada awal bulan agustus 2020 bersemi atau mekar maksimalnya. Untuk menjaga dan melestarikan bunga bangkai yang masih belum diketahui jenisnya ini kita harus menjaga dengan baik. Apabila kelestarian dan keberadaan bunga ini bisa terjaga dengan baik maka sudah barang tentu menjadi daya tarik bagi wisatawan dan berdampak ekonomi bagi masyarakat di Teluk Sumbang dari kunjungan wisata.

Post a comment

Book your tickets