Dasa Sapta Pesona Terus Kembangkan Wisata Tembudan

Tanjung Redeb –

Keberadaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di setiap kampung yang memiliki objek wisata sangatlah penting, begitu pula dengan Pokdarwis Tulung Ni Lenggo yang sudah dikenal secara luas objek wisatanya. Tetapi, ternyata sejak 2018 lalu Pokdarwis ini sudah berubah nama menjadi Dasa Sapta Pesona.

Dasa sapta pesona mempunyai misi dan visi yang jelas dan menjadi landasan seluruh pengurus dan anggota yang terlibat. Tak hanya itu, seluruh masyarakat Kampung Tembudan pun ikut dilibatkan dalam pengembangan wisata yang ada. Diantaranya adalah menjadikan Tembudan sebagai desa ekowisata yang tentu perlu perencanaan dan perjuangan berat.

Untuk itulah pokdarwisnya berganti nama menjdai Dasa Sapta Pesona. Dasa atau 7 adalah tujuh obyek wisata unggulan nantinya yang akan dikembangkan. Selain itu, sapta pesona juga sebagai landasan pariwisata yang wajib terus dikampanyekan dan digalakkan seluruh anggota pokdarwis kepada masyarakat Tembudan.

Dan untuk pengembangan serta promosi objek wisata, keuntungannya adalah Tulung Ni Lenggo adalah salah satu obyek wisata yang dimiliki dimana kebetulan berada di dalam Kampung Tembudan maka inilah yang pertama diangkat dan dipromosikan.

Dimulai dengan pembenahan yang akan terus dilakukan, salah satunya dengan membuat master plan, penataan ke depan yang tidak merusak lingkungan dan alam sekitar, serta selalu berdiskusi dengan pakar penggiat wisata. Tak hanya itu, Dasa Sapta Pesona juga telah mendatangkan nara sumber dari Jogja yakni Pak Fauzan dari akademisi wisata pandu Nusantara dan beberapa ahli lainnya untuk mempersiapkan dan mewujudkan desa ekowisata. (bangun banua)

 

Dasa Sapta Enchantment Continues to Develop Tembudan Tourism

The existence of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in every village that has a tourist attraction is very important, as well as the Tulung Ni Lenggo Pokdarwis which is widely known for its tourist objects. However, it turns out that since 2018 the Pokdarwis has changed its name to Dasa Sapta Pesona.

Dasa Sapta fascination has a clear mission and vision and becomes the foundation of all management and members involved. Not only that, the entire community of Kampung Tembudan was involved in the development of existing tourism. Among them is making Tembudan an ecotourism village which certainly needs planning and heavy struggle.

For this reason the pokdarwis changed its name to Dasa Sapta Pesona. Dasa or 7 are the seven leading tourism objects that will be developed later. In addition, sapta charm is also a cornerstone of tourism which must continue to be campaigned and promoted by all members of Pokdarwis to the Tembudan community.

And for the development and promotion of tourism objects, the advantage is Tulung Ni Lenggo is one of the tourism objects that is owned which happens to be in Tembudan Village, so this is the first to be promoted and promoted.

Starting with improvements that will continue to be done, one of them is by making a master plan, structuring in the future that does not damage the environment and the natural environment, and always discussing with tourism activists. Not only that, Dasa Sapta Enchantment has also brought in a resource from Jogja, Mr. Fauzan from the Nusantara guide academic academics and several other experts to prepare and realize the ecotourism village. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets