Disbudpar Harapkan Manfaatkan Momen Harjad Berau

(Bupati Berau Muharram dan Wakil Bupati Agus Tantomo saat menghadiri pesta adat di Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung beberapa waktu.)

DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)  Berau terus mendorong selurung kampung  untuk  menciptakan kampung budaya, guna lebih menarik minat wisatawan berkunjung ke Kabupaten Berau. Ujar Kepala Disbudpar Berau, H Mapasikra Mappaselsng SE, seraya menggambarkan makin berkembangnya kampung-kampung wisata di Kabupatean Berau .

“Kita memang terus mendorong dan memberikan dukungan terhadap tumbuhnya kampung-kampung wisata. Kesempatan dan peluang inilah yang harus dimanfaatkan oleh masing – masing kampung,  dalam mewujudkan kampung wisata tersebut,” ujarnya.

Sejak beberapa tahun terakhir,  telah tumbuh berkembang kampung wisata di wilayah Bumia Batiwakkal sesuai budaya maupun potensi wisata yanga ada. Baik mulai dari pedalaman hingga daerah pesisir. Di momen hari jadi Kabupaten Berau yang ke 65 dan Kota Tanjung redeb ke 208 ini harus dapat dimanfaatkan oleh masing – masing kampung wisata. Sebab, pada momen seperti ini kunjungan wisata meningkat dibandingkan hari biasa. Jadi masing – masing kampung wisata bisa mensajikan ciri khas adat istiadat dan lain sebagainya.

 

“Masing – masing kampung punya ciri khas sesuai adat dan budaya maupun wisata  yang mereka miliki, karena itu tidak salah jika Berau dibilang surganya wisatawan. Jadi tidak hanya wisatanya saja, adat buadayanya pun dapat menarik wisatawan yang melancong ke Berau” ungkapnya

Karenanya tidak heran jika adat budaya Berau sudah dikenal wisatawan manca negara, yang mereka saksikan sendiri, yang setiap tahunnya digelar dalam momen – momen tertentu, seperti Buang Naas di Kampung Talisayan, Batiung Bakudung di Kampung  Tumbit, Meja Panjang di Kampung Merasa serta kampung – kampung lainnya, yang kerap kali disaksikan langsung oleh wisatawan asing.

Sebab itu Disbudpar terus berupaya  memberi dukungan dan malkukan  koordinasi dengan pihak – pihak terkait, untuk menciptakan kampung wisata sebagai upaya meningkatkan pelestarian adat dan budaya, meningkatkan perekonomian warga, sekaligus meningkatkan Pedpatan Asli daerah (PAD).

Oleh sebab itu, dengan tumbuhnya kampung-kampung wisata ini, diharapkan setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam menjual obyek wisatanya. Baik obyek wisata budaya, seni pedalaman dan pesisir, kerajinan tangan,  maupun kekayaan kuliner  lainnya .

“ Kalu ada kampung yang bisa  menciptakan kampung wisata tentu akan kita dukung, terutama dari program dan promosi wisata. Karena bagaimana pun juga demi nama daerah, pendapatan daerah, serta peningkatan pendapatan masyarakat sendiri ,” Pungkasnya. (bangun banua)

(Wisata Telaga Biru yang ada di Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih selain airnya jernih kebiruan, nuansanya juga masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.)

Post a comment

Book your tickets