Dongkrak Ekonomi Daerah Maksimalkan Standar dan Pajak Hotel

ADANYA bimtek standar hotel yang digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, pada 25 Oktober lalu, dikatakan oleh Komisi II DPRD Berau sangatlah bagus. Pasalnya, dengan adanya patokan standar hotel tersebut, maka secara tidak langsung akan mendongkrak perekonomian yang ada di Kabupaten Berau, baik dari segi ekonominya maupun pariwisatanya.

Dikatakan Wakil Ketua Komisi II, Eko Wiyono, untuk standar hotel ini memang sudah seharusnya ada dan dipenuhi oleh para pengusaha dan pengelola usaha perhotelan. Apalagi dengan posisi Kabupaten Berau yang sudah menjadi salah satu tujuan wisata, tentu wisatawan yang menginap akan mencari hotel atau penginapan yang sesuai standar.

“Pengunjung juga pasti sudah bisa menilai mana hotel yang bagus dan mana yang kurang bagus untuk diinapi. Dan mereka juga tentunya sudah memiliki referensi standar hotel seperti yang ada di kota atau daerah lain, yang juga menyediakan tempat penginapan satu paket dengan tujuan wisatanya. Ini yang juga harus jadi pertimbangan mengapa pemilik hotel harus meningkatkan kualitas hotel miliknya sesuai standar yang ada,” terangnya ketika ditemui, Jumat (9/11/2018).

Terlebih, lanjutnya, ketika hotel belum termasuk berbintang, tetapi sudah memasang harga hotel berbintang, pastinya suatu pelanggaran kan. Ini jugalah yang menjadi salah satu alasan penting perlunya pemenuhan standar yang ditetapkan, yakni 25 kriteria untuk dapat menjadi hotel bintang, dan 16 kriteria untuk mencapai standar hotel non bintang.

Sedangkan dari segi ekonomi, hotel juga sudah pasti memberikan feed back kepada Pemkab yaitu berupa pajak perhotelan. Hanya saja, yang menjadi pertanyaan adalah sudah sejauh mana pengawasannya agar pajak tersebut tidak bocor.

“Kalau mau mendongkrak pendapatan daerah, selain standar hotelnya yang harus dipenuhi untuk memaksimalkan pelayanan kepada wisatawan agar mereka kembali menginap, pajak perhotelannya juga harus dimaksimalkan. Dalam artian, pengawasan pembayaran pajak harus diperketat, tetapi pemerintah tentunya tidak hanya berpikir bagaimana mendapatkan pajak tapi juga bagaimana supaya hotel itu penuh sehingga pemasukan hotel ada dan semuanya saling berkesinambungan,” imbuhnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan agar meningkatkan nilai hunian pengunjung di hotel adalah dengan pengadaan event-event yang menarik minat wisatawan. Seperti, dicontohkan Eko, yang menjadi agenda rutin di Maratua yakni Maratua Jazz Festival, dimana setiap diadakannya event ini, semua hotel atau homestay yang ada terisi atau full booked.

“Nah event-event seperti itu yang perlu digelar, bukan hanya di daerah wisata tapi juga di kota Tanjung Redeb sendiri. Dengan begitu juga maka pengelola usaha hotel dan penginapan yang ada pun akan bisa memprediksi apa saja yang perlu disiapkan sebelum event berlangsung, agar pengunjung bisa betah menginap di hotel miliknya,” tegasnya.(bangun banua).

Post a comment

Book your tickets