Dua Ribu Pengunjung Serbu Wisata Mangrove

KEBERADAAN  objek wisata hutan mangrove di kampung Bulalong Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan kini banyak diketahui masyarakat secara luas.sehingganya masyarakat banyak yang ingin mengetahui atau menikmati keindahan hutan magrove dengan berkunjung ke desa Bulalong tersebut.

Menurut keterangan Muhammad Pajri, pendamping pengelola BUMK (badan usaha milik kampung) Minggu lalu (25/2) berdasarkan data sekitar lebih dari 2 ribu  pengunjung silih berganti mulai dari pagi hingga sore, di tracking mangrove. tentunya mereka tak ketinggalan membawa kamera, atau minimal handpone untuk mengabadikan diri bersama keluarga atau teman teman diantara pohon mangrove yang terdiri dari 46 jenis itu.

Saat ini, pengelola belum membebankan biaya masuk kepada pengunjung. Tapi pengelola menyediakan kotak sumbangan sukarela di pintu masuk.

“Karcis masuk sebenarnya sudah dibuat dengan tarif Rp 10 ribu untuk umum, Rp 5 ribu warga sekitar, dan Rp 25 ribu untuk wisatawan asing. Namun rencana ini dipending dulu karena harus menunggu legalitas pendukungnya,” ujarnya.

Wisatawan yang mayoritas lokal juga mampir ke PIM (Pusat Informasi Mangrove) , yang mana di sini menggupas mengenai tumbuhan mangrove. diantaranya pohon nipah yang bisa dibuat menjadi gula merah (gula nipah), pohon mangrove pepada yang bisa d buat sirup, mangrove indur bisa dibuat cake, managrove siapi api bisa dibuat tepung untuk kue kering, membuat dodol.

Di PIM pengelola juga memajang kuliner hasil produksi rumah Sidayang (home industri )  berupa pentol ikan bulan bulan dan amplang.hasil produksi ini inipun ludes dibeli pengunjung.

Pengunjung selain berjalan jalan di tracking mangrove sepanjang 1,7 kilometer, juga berbelanja home industri yang ada di Tanjung Batu. Serta makan siang  khas ikan bakar Tanjung Batu di dekat dermaga.

Seiring dengan berjalannya waktu, fihak pengelola akan melengkapi sarana dan prasarana di lingkungan mangrove, untuk kebutuhan wisatawan.

Di sisi lain, disebutkan Pajri , masyarakat Tanjung Batu untuk tetap menjaga keramah tamahan, kejujuran, kestabilan harga harga makanan yang dijual kepada pengunjung. (bangun banua)

    

 

Post a comment

Book your tickets