Duta Wisata ! Bukan Hanya Ganteng dan Cantik Saja

MENYANDANG gelar duta wisata, bukan hanya ganteng dan cantik saja tetapi wajib memiliki  pengetahuan luas. Itupun jangan hanya terpaku pada wisata Berau saja, melainkan pengetahuan secara luas atau nasional.

Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Berau, Hotlan Silalahi M Si dalam pemberian materinya Di ballroom hotel Grand Parama, Sabtu (29/6) di ajang seleksi Pemilihan Duta Wisata Berau 2019.

Ditambahkan bahwa selain menjadi bekal bagi diri sendiri duta wisata, juga sebagai bahan informasi yang nantinya akan disampaikan kepada wisatawan yang hendak berkunjung ke Berau. sehingga informasi tujuan wisata yang akan mereka datangi sudah bisa dijabarkan oleh duta wisata terpilih.

“Untuk itu kalian para peserta sering sering lah browsing mencari informasi tentang pariwisata karena cakupannya cukup luas,” jelas Hotlan.

Tak hanya itu, visi misi pengembangan wisata nasional dan Kabupaten Berau juga dijelaskan secara terperinci, termasuk landasan hukum undang-undang dan Peraturan Presiden (PP) yang menaunginya, yang dijadikan patokan bagi perkembangan pariwisata secara nasional.

Tampak wajah wajah serius terlihat jelas dari para peserta pemilihan Duta Wisata Berau 2019. Mereka menyimak semua materi yang diberikan, dimana itu akan menjadi bekal bagi mereka saat menghadapi tes selanjutnya. Ajang kalender tahunan yang diperuntukkan bagi kaum remaja khususnya putra putri Berau itu memang selalu dinanti. Dari hasil seleksi telah terpilih 27 peserta yakni 16 perempuan dan 11 laki-laki yang akan memperebutkan gelar Agai dan Ulai Berau 2019.

Ballroom Hotel Grand Parama Jalan Pemuda Tanjung Redeb,  menjadi wadah uji kemampuan ini digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. Peserta mengikuti pembekalan materi baik tentang kebudayaan maupun pariwisata, serta materi seputar narkoba dan bahayanya yang diberikan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Berau.

Dimulai dengan pemaparan materi kebudayaan yang disimak secara seksama oleh para peserta yang berasal dari sekolah menengah atas atau kejuruan di Berau, dan mahasiswa baik di Berau maupun di luar berau.

Para peserta dibekali dengan pengetahuan tak hanya seputar budaya dan wisata Berau melainkan juga secara nasional. Tak hanya sekadar memberikan materi, sesi tanya jawab di tengah pemaparan juga dilakukan. Tujuannya, untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang dimiliki para peserta. Ini juga merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki oleh calon Agai dan Ulai, dimana mereka tak hanya dilihat dari penampilan saja tetapi juga dari kepribadian, keberanian dan isi otaknya atau pengetahuan yang dimiliki.

Bahkan, setiap segmen materi bahasan yang diberikan diselingi dengan lontaran pertanyaan kepada para peserta, yang disambut dengan semangat dan jawaban beragam.

 

Sedangkan pemberian materi kebudayaan dan seni yang diberikan oleh Kepala Bidang Nilai Budaya dan Seni Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Berau, Enden Supandi. Dijabarkan bahwasannya kebudayaan merupakan hal yang tidak bisa disepelekan, bahkan kebudayaan yang sudah ada sejak jaman nenek moyang harus dijaga dan dilestarikan.

Setelah pemberian materi, uji bakat atau talent para peserta pun digelar. Berbagai keahlian dan keterampilan mulai dari bernyanyi, modeling, menari, hingga bermain alat musik tradisional seperti Sappe dan gitar pun ditunjukkan. Setiap peserta berusaha memberikan penampilan terbaiknya guna memikat para juri agar diberikan nilai bagus. (Bangun Banua)

 

Tourism Ambassador! Not Just Handsome and Beautiful

ABOUT the title of tourism ambassador, not only handsome and beautiful but must have extensive knowledge. And even then don’t just fix it on Berau tours, but knowledge broadly or nationally.

This was revealed by the Head of Tourism Promotion and Development Division of the Berau Tourism and Culture Office, Hotlan Silalahi M Si in the presentation of the material at the Grand Parama hotel ballroom, Saturday (29/6) in the selection of 2019 Berau Tourism Ambassador Selection.

He added that in addition to being a provision for self-tourism ambassadors, also as an information material that will later be delivered to tourists who want to visit Berau. so that the tourist destination information they will be able to visit can already be described by the chosen tourism ambassador.

“For that you participants often browse for information about tourism because the coverage is quite extensive,” explained Hotlan.

Not only that, the vision of the national tourism development mission and Berau Regency were also explained in detail, including the legal basis of the law and the Presidential Regulation (PP) which sheltered it, which was used as a benchmark for national tourism development.

A serious face was clearly seen from the participants of the 2019 Berau Tourism Ambassador election. They listened to all the material given, which would be a provision for them when facing the next test. The annual calendar event for young people, especially the sons and daughters of Berau, is always awaited. From the selection results, 27 participants were selected, namely 16 women and 11 men who will compete for the titles Agai and Ulai Berau 2019.

The Grand Parama Hotel Ballroom Jalan Pemuda Tanjung Redeb, being a place for this ability test, was held by the Berau District Culture and Tourism Office. Participants participated in the debriefing of material both on culture and tourism, as well as material about drugs and the dangers provided by the Berau District National Narcotics Agency (BNNK).

It starts with the presentation of cultural material carefully examined by participants from high school or vocational schools in Berau, and students both in Berau and outside Berau.

The participants were provided with knowledge not only about Berau culture and tourism but also nationally. Not only providing material, a question and answer session in the middle of the presentation was also conducted. The aim is to find out the extent of the knowledge that the participants have. This is also one of the conditions that must be owned by candidates Agai and Ulai, where they are not only seen from appearance but also from personality, courage and the contents of the brain or knowledge possessed.

In fact, each segment of the given material was interspersed with questions to the participants, who were greeted with enthusiasm and varied answers.

Whereas the provision of cultural and artistic material was given by the Head of Cultural and Art Value Division at the Berau Tourism and Culture Office, Enden Supandi. It is explained that culture is something that cannot be underestimated, even the culture that has existed since the days of our ancestors must be preserved and preserved.

After giving the material, the test of the talents or talents of the participants was held. Various skills and skills ranging from singing, modeling, dancing, to playing traditional musical instruments such as Sappe and guitars were also shown. Each participant tries to give his best performance in order to lure the judges to be given good grades. (Bangun Banua)

Post a comment

Book your tickets