Generasi Muda Tombak Utama Perkembangan Pariwisata

Tanjung Redeb –

Menjadi Ulai Duta Wisata Berau 2019 memang bukan menjadi impian gadis bernama Aurelia Dzeta Amarca. Namun, setelah terpilih, diakuinya menjadi capaian tersendiri yang membanggakan bagi dirinya maupun kedua orangtuanya. Dan, dengan menyandang gelar tersebut sudah tentu tugas baru berada di pundaknya, yakni memajukan Kabupaten Berau melalui pariwisatanya.

Gadis kelahiran Samarinda 16 Juli 2001 ini mengatakan akan mulai mengembangkan pariwisatanya terlebih dahulu di kalangan muda, dengan memperkenalkan apa itu wisata dan bagaimana wisata itu berperan sangat penting bagi kemajuan suatu daerah. Dan disinilah peran dirinya sebagai duta wisata diharuskan untuk menjalankan tugas ini.

“Tugas kami adalah membantu wisata Berau agar semakin dikenal melalui berbagai kegiatan yang kami lakukan melalui Asosiasi Duta Wisata Indonesia (ADWINDO) dan Gerakan Pesona Indonesia (GENPI) yang dibimbing oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau. Dimana sasaran kami adalah anak muda karena mereka memiliki potensi yang besar untuk bisa mempromosikan wisata. Jadi, selain kegiatan di masyarakat untuk mengedukasi kami juga akan menggunakan media sosial yang saat ini merupakan wadah yang paling efektif dan tepat untuk dapat memperomosikan wisata di daerah kita secara lokal, nasional bahkan internasional,” terangnya.

Mengapa generasi milenial? Karena diharapkan, kata Dzeta, sapaan sehari-harinya, dapat lebih bijak nantinya menyikapi semua hal khususnya pemberitaan seputar wisata dan juga agar bisa lebih menempatkan diri sebagai masyarakat yang paham dan sadar akan potensi Berau yang sangat luar biasa. Juga sekaligus menjadi tombak utama oleh yang lainnya untuk bisa mengajak sadar dan paham bahwa Berau adalah destinasi wisata internasional.

“Sebenarnya untuk perkembangan wisata Berau saat ini sudah luar biasa. Hanya saja memang ada beberapa destinasi wisata yang perlu diperkenalkan lagi. Yang lebih penting juga, fasilitas dan aksesbilitasnya yang perlu dibenahi agar wisatawan lebih banyak yang berkunjung karena sarana dan prasarananya memenuhi,” pungkasnya. (bangun banua)

 

Young Generation Main Spear of Tourism Development

Being a Berau Tourism Ambassador in 2019 is not the dream of a girl named Aurelia Dzeta Amarca. However, after being elected, he admitted that he became a proud achievement for himself and his parents. And, by holding the title is certainly a new task on his shoulders, namely advancing the District of Berau through tourism.

The girl who was born in Samarinda on July 16, 2001, said that she would start developing her tourism first among young people, by introducing what tourism is and how it plays a very important role in the progress of an area. And this is where his role as a tourism ambassador is required to carry out this task.

“Our task is to help Berau tourism become more known through various activities that we do through the Association of Indonesian Tourism Ambassadors (ADWINDO) and the Indonesian Enchantment Movement (GENPI) which is guided by the Berau Culture and Tourism Office (Disbudpar). Where our target is young people because they have great potential to be able to promote tourism. So, in addition to activities in the community to educate us, we will also use social media which is currently the most effective and appropriate container to be able to promote tourism in our area locally, nationally and even internationally, “he explained.

Why millennial generation? Because it is expected, said Dzeta, his daily greetings, can be wiser later addressing all things especially news about tourism and also to be able to better position themselves as people who understand and are aware of the incredible potential of Berau. Also at the same time became the main spear by others to be able to invite aware and understand that Berau is an international tourist destination.

“Actually, the development of Berau tourism is extraordinary now. It’s just that there are some tourist destinations that need to be introduced again. Even more important, the facilities and accessibility that need to be improved so that more tourists visit because the facilities and infrastructure are met, “he concluded. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets