“Jalur Tol” Langsung ke Kemenpar dan DPR RI

photo bersama ibu hetifah dengan peserta bimtek Strategi Pemasaran Pariwisata di Era 4.0

 

MESKIPUN  bimbingan teknis (bimtek) berjalan selama sehari penuh tak mengurangi semangat peserta. Diselingi dengan guyonan dan sesi tanya jawab, bimtek bertema Strategi Pemasaran Pariwisata di Era 4.0 di Berau, Pentingnya Peran Publikasi Digital Pada Era Millenial, di ballroom Hotel Bumi Segah Jalan Pulau Sambit pada Kamis (21/3) berjalan dengan lancar. Selain disuguhi materi dari narasumber langsung dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI dan pembuat konten digital, nyatanya memberikan banyak ilmu baru atau pengetahuan baru bagi peserta.

Beragam pertanyaan hingga masukan dilontarkan peserta yang berasal dari penggiat pariwisata, komunitas yang berhubungan dengan wisata, juga remaja. Antusias juga terlihat dari wajah-wajah peserta. Terbukti dengan selalu adanya lontaran pertanyaan di setiap sesi tanya jawab yang dibuka oleh moderator.

“Dengan begini kita yang di pusat ini juga tahu apa-apa saja yang menjadi problem di daerah khususnya untuk pariwisata serta masukan-masukan yang sangat inovatif dari peserta yang tentunya lebih mengetahui seluk beluk wisata Berau. Dan secara tidak langsung menjadi bahan diskusi yang cukup menarik. Istilahnya lewat jalur tol karena langsung ke perwakilannya di DPR pusat maupun Kemenpar,” terang Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr.Ir Hetifah, MPP saat membuka bimtek.

Materi perkembangan wisata dengan dukungan DPR juga dipaparkan oleh Hetifah. Sejalan dengan program prioritas Kemenpar untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan hingga mencapai 20 juta, juga dilakukan oleh DPR diantaranya digital dan milenial tourism yaitu dengan pengenalan atau publikasi wisata melalui media digital, homestay desa wisata seperti yang sudah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia yang juga akan diterapkan di Berau, juga aksesibilitas udara yakni peningkatan pelayanan bagi pengunjung yang menggunakan jalur udara, misalnya dengan mempertimbangkan harga tiket pesawat yang bisa bersaing dengan daerah lain.

Dan untuk jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kaltim sendiri mengalami penurunan di tahun 2019 yakni tercatat 146 kunjungan pada Januari 2019 dari Desember tahun 2018 sebanyak 216 kunjungan. Ini bisa saja dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya perubahan kebijakan contohnya bebas visa bagi 45 negara, bencana alam, keamanan, huru hara, kecelakaan transportasi, kurs rupiah dan yang paling utama promosinya.

Disambut dengan materi yang dipaparkan oleh salah satu pembuat konten digital Industrial Professional Photographer, Yulianus Firmansyah Ladung mengungkapkan betapa pentingnya publikasi dengan memanfaatkan media digital yang ada. Terlebih di jaman sekarang dimana semuanya serba instan dan terkoneksi dengan internet, tentunya tidaklah susah menyebarkan informasi apapun melalui media sosial khususnya.

“Yang terpenting adalah kita mengetahui tingkatan peminat media sosial yang akan kita gunakan sebagai media promosi. Misalnya, untuk di luar negeri facebook menempati tingkatan teratas pengguna terbanyak, sedangkan di Indonesia, dari data yang saya dapat, youtube justru menjadi peringkat pertama yang mendapat banyak attention atau perhatian. Untuk itu, youtube bisa digunakan sebagai salah satu media promosi dengan cara membuat konten video atau vlog yang berhubungan dengan pariwisata, tempat atau objek wisata untuk selanjutnya disebarluaskan,” jelasnya.

Jadi, selain branding, promosi juga mengambil peran utama dalam perkembangan pariwisata. Untuk itu, perlu lagi dievaluasi apa saja yang menjadi bahan untuk dipublikasikan, dan bisa mulai dibuat video promosi guna menarik perhatian wisatawan tak hanya wisnus (wisatawan nusantara) tetapi juga wisman (wisatawan mancanegara) agar target jumlah kunjungan wisatawan bisa terpenuhi.  (Bangun Banua)

ENG:

“Highway Trough Kemenpar and DPR RI

Although technical guidance for one day whole, don’t decrease participants spirit. Humor and question and answer session, the technical guidance theme marketing strategy tourism in 4.0 era in Berau, how digital publication get important role in millenial, in Bumi Segah Hotel Ballroom, Pulau Sambit street on Thursday (21/3) running smoothly. Besides treated to materi from Kemenpar RI interviewees and digital content making, giving new knowledge for participants.

Many questions to critics from participants are coming from tourism activist, community cares tourism, also teenager. When moderator opened the question and answer session, there are always had question from participants.

“So, we are in central government also known what problem in Berau especially in tourism, also critics and inovative idea from participants who knows the tourism of Berau even better than us. And also being interesting discussion. People said this is highway because it heard by Kemenpar and DPR,” Vice Chairman Commission X DPR RI, Dr Ir Hetifah, MPP while opened the technical guidance.

Hetifah also giving tour development material with DPR support. In line with priority program of Kemenpar for increase amount of tourist to reach 20 million, also did by DPR among them digital and milenial tourism which are publication in digital media, tourist village homestay like some area in Indonesia which also can be applied in Berau. Also air accessibility for tourist who came to Berau, which is making airplane ticket easier than others.

And for an amount of tourism to Kaltim have decrease in 2019 as 146 people in January from Desember 2018 as 216 people. It can be influenced by changed policy as free visa for 45 country, disaster, riot, accident, rupiah exchange rate and the most important is promotion.

Opened with materi from one of industrial professional photographer digital content making, Yulianus Firmansyah Ladung tell how important publication with digital media. Especially now, when everything going instant and connecting with internet, of course easy to share anything using social media.

“The most important are we knows what people liked in social media we used as promotion. For example, in overseas, facebook become first position as social media which people used, then in Indonesia, youtube became the most popular. So that, youtube can be used as one of the promotion media by making video content or vlog about tourism,” said Yulianus.

So, besides branding, promotion also takes important place in tourism development. For that, evaluation are need to take for matter to publication and start to making promotion video to attract attention of tourist in local and overseas. So as the target can be reach. (Bangun Banua)

Post a comment

Book your tickets