Kemenpar dan Disbudpar Berau Gelar Pelatihan SDM Kepariwisataan

Tanjung Redeb –

Menyadari pentingnya faktor pelayanan kepada kepuasan wisatawan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau mengadakan pelatihan dasar sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan bagi masyarakat yang digelar di Hotel Grand Parama, Senin (5/8).

Diikuti 55 peserta dari mayoritas pemilik usaha jasa pariwisata seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Berau, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan Asosiasi Pengusaha Rent Car atau Organisasi Pengusaha Rental Mobil Daerah (Asperda), diharapkan pelatiham ini akan semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan yang datang ke Berau. Tak hanya itu, komunitas dan organisasi lain yang ada di Berau juga turut mengikuti pelatihan tersebut seperti Srikandi, Pemuda Pancasila dan Purna Paskibraka Indonesia (PPI).

“Karena kita sadar pelayanan yang baik adalah dari kualitas SDM nya, jadi untuk itu kita beri pelatihan tentang kepariwisataan ini kepada mereka dengan harapan setelah ini akan menambah pengetahuan mereka khususnya pelaku usaha wisata bagaimana cara memberikan servis yang bagus untuk pengunjung, sehingga nantinya juga akan bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Berau,” terang Kadisbudpar, Drs Masrani, M.Si ketika ditemui usai acara pelatihan.

Sedangkan anggota Komisi X DPR RI, Dr Ir Zuhdi Yahya, MP yang juga menjadi salah satu pemateri daam acara tersebut mengungkapkan jika gelaran acara seperti ini sangatlah bagus. Apalagi, di Berau sendiri memang banyak objek wisata berkualitas yang bahkan bisa disandingkan dengan wisata luar negeri.

“Sehingga, dengan pelatihan ini maka si pemilik usaha khususnya yang berhubungan dengan wisata dan objek wisatanya bisa mengerti cara memberikan pelayanan yang baik untuk wisatawan seperti apa. Dan itu adalah modal utama yang harus dimiliki agar kepuasan pengunjung bisa terpenuhi, dan otomatis juga akan memberikan dampak luar biasa nantinya kalau wisata Berau semakin dikenal. Dan kami dari legislatif khususnya Komisi X yang membidangi pariwisata juga mensupport segala bentuk kegiatan yang bertujuan meningkatkan mutu pariwisata setiap daerah,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Zuhdi, objek wisata Berau yang sudah mendunia jugalah yang menjadi faktor perkembangan wisata Berau. Objek wisata mendukung ditambah servis yang bagus akan meninggalkan kesan tersendiri bagi wisatawan. Juga jumlah kunjungan wisatawan yang akan terus meningkat.

Selain itu, Kementerian Pariwisata yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan, Direktur Politeknik Pariwisata Lombok, DR Hamsu Hanafi, MM, yang juga memberikan pengetahuan dan ilmu baru kepada peserta terkait seputar pariwisata, bagaimana dampak perkembangan wisata ke banyak aspek seperti ekonomi, seperti yang sudah diterapkan di Pulau Lombok.

Sesi tanya jawab yang diberikan di sela-sela pemberian materi juga diikuti peserta dengan antusias. Beragam pertanyaan seputar wisata, cara memberikan servis ke wisatawan baik lokal maupun wisatawan asing yang baik seperti apa, dan bagaimana cara mengembangkan dan memperkenalkan wisata secara global, menjadi topik utama pertanyaan yang dilontarkan. (bangun banua)

 

Kemenpar and Disbudpar Berau Held Tourism HR Training

Realizing the importance of service to tourist satisfaction, the Ministry of Tourism (Kemenpar) of the Republic of Indonesia together with the Culture and Tourism Office (Disbudpar) of Berau held a basic training in tourism human resources (HR) for the community which was held at the Grand Parama Hotel, Monday (5/8).

Followed by 55 participants from the majority of tourism service business owners such as the Indonesian Hotel and Restaurant Association (PHRI), the Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) Berau, the Indonesian Tourists Association (HPI) and the Association of Car Rental Entrepreneurs or Regional Car Rental Entrepreneurs Organizations (Asean) Asperda), it is hoped this trainer will further improve the quality of service to tourists who come to Berau. Not only that, other communities and organizations in Berau also participated in the training such as Srikandi, Pemuda Pancasila and Purna Paskibraka Indonesia (PPI).

“Because we realize that good service is from the quality of its human resources, so for that we give training on tourism to them in the hope that after this will increase their knowledge, especially tourism businesses how to provide good services for visitors, so that later they will be able to increase the number of tourist visits to Berau, “explained the Head of Culture and Tourism Office, Drs Masrani, M.Sc when met after the training event.

While members of the House of Representatives Commission X, Dr. Ir Zuhdi Yahya, MP, who was also one of the speakers at the event, revealed that an event like this was very good. Moreover, in Berau itself there are many quality attractions that can even be juxtaposed with foreign tourism.

“So, with this training, the business owners, especially those related to tourism and tourist objects, can understand how to provide good services for tourists. And that is the main capital that must be owned so that visitor satisfaction can be fulfilled, and automatically will also have an extraordinary impact later if Berau tourism is increasingly known. And we from the legislature, especially Commission X in charge of tourism also support all forms of activities aimed at improving the quality of tourism in each region, “he said.

In addition, continued Zuhdi, Berau tourist attraction which is already worldwide, is also a factor in the development of Berau tourism. Supporting tourist attractions plus good service will leave a distinct impression for tourists. Also the number of tourist visits that will continue to increase.

In addition, the Ministry of Tourism, represented by the Deputy for Industrial and Institutional Development, the Director of the Lombok Tourism Polytechnic, Dr. Hamsu Hanafi, MM, who also provided new knowledge and knowledge to related participants about tourism, how the impact of tourism development to many aspects such as the economy, such as which has been implemented on the island of Lombok.

The question and answer session that was given on the sidelines of the material presentation was also attended by participants enthusiastically. Various questions about tourism, how to provide good services to both local and foreign tourists, and how to develop and introduce tourism globally, are the main topics of the questions asked. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets