Kenangan Jembatan Ulin Di Biduk Bduk

2014-03-25-09-47-24_kenangan-jembatan-ulin-di-bidukbiduk_thumb_700_300
TANUNG REDEB – Sekitar tahun 80-an, pemkab membangun jembatan ulin yang melintas di atas Labuan Kelambu. Jembatan ini menjadi urat nadi menghubungkan kampung di Bidukbiduk. Setelah dibangun jembatan yang baru, praktis jembatan ulin lebih banyak berfungsi sebagai jembatan wisata.
Menurut Bupati Berau Makmur HAPK, jembatan tersebut menyimpan kenangan bagi masyarakat Bidukbiduk. Memang ada usulan agar jembatan tersebut diperbaiki. Namun bagi bupati jembatan ulin yang masih kokoh itu cukup dipelihara saja. “Kan sudah ada jembatan besi yang juga lokasinya berdekatan,” kata Makmur.
Disebutkannya bahwa di sekitar kawasan tersebut merupakan daerah wisata untuk melakukan perjalanan menuju Labuan Cermin. “Keberadaan jembatan ini, hendaknya mendukung pengembangan wisata tersebut,” tambahnya. Sehingga, meskipun ada usulan untuk dilakukan perbaikan, sebaiknya hanya dirawat saja.  Serta, membatasi angkutan yang melintas di jembatan tersebut.
Ia menyarankan, kelompok masyarakat yang mengelola Labuan Cermain, hendaknya menjadikan jembatan ulin tersebut menjadi bagian dari pengembangan wisata.

“Tinggal bagaimana mencari sejarah dibangunnya jembatan itu,” kata Makmur. Tentu akan memberikan nilai tersendiri bagi pengunjung yang akan menuju Labuan Cermin.

Akan lebih menarik lagi bila pada waktu-waktu tertentu, di sepanjang jembatan tersebut dijadikan tempat berjualan berbagai jenis kuliner lokal. ”Saya tahu, di sekitar jembatan banyak penjual makanan dan pisang goreng,” kata Makmur. Jembatan akan memberikan kesan tersendiri bila berjualan di sepanjang jembatan itu.

Kirim Komentar

Book your tickets