Live Music, Ruang Seniman untuk Berkreasi

Pemandangan tak biasa terlihat di Jalan Pulau Derawan tepaatnya depan toko Vino Mart, tempat yang notabene menjadi spot favorit bagi mereka yang ingin menghabiskan waktu bersama pasangan atau keluarga tercinta sembari menikmati jajanan yang dijual pedagang. Kini, setiap malam minggunya akan ada beberapa anak muda yang memainkan alat musik.

Bukan sekadar mengalunkan musik, mereka yang merupakan musisi lokal Berau, juga mempromosikan keindahan daerah wisata yang ada di Kabupaten Berau seperti Pulau Derawan dan Pulau Sangalaki yang sudah dikenal hingga ke mancanegara.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Mappasikra Mappaseleng mengatakan bahwa live music yang ada adalah kali ketiga diadakan. Bahkan, setiap minggunya semakin ramai yang tertarik untuk melihat dan mendengarkan alunan musik yang dimainkan.

“Selain promosi keindahan wisata, alat musik yang digunakan pun termasuk alat musik tradisional suku Dayak Kalimantan, yakni Sape’. Sehingga ini juga bisa menjadi ruang bagi seniman-seniman kita di Berau untuk berkreasi memainkan lagu kekinian yang sedang hits, dengan petikan Sape’ yang pastinya unik,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk live music musisi lokal ini, hanyalah langkah awal saja guna memperkenalkan suasana baru kepada masyarakat. Dan selanjutnya akan dibuat bergiliran secara berkala.

Sedangkan beberapa pengunjung yang ditemui, mengatakan bahwa ini merupakan hal yang sangat bagus. Karena selain bisa menikmati suasana pinggir sungai, melihat kapal yang melintas, menikmati makanan yang ada, juga sekaligus direlaksasi dengan musik yang mendayu.

Tak hanya itu, para pedagang yang menjajakan jualannya di sepanjang tepian Teratai mengaku juga mengalami peningkatan omset sejak kehadiran live music ini, karena pengunjung yang datang semakin bertambah.

“Iya lumayan pemasukan bertambah karena banyak yang memesan makanan minuman sambil menikmati musik yang ada. Apalagi mereka ini mainnya dari setelah maghrib sampai 23.00 Wita, jadi pengunjung terus berdatangan,” ujar Andi, salah satu pemilik rombong minuman jus buah.(bangun banua)

Post a comment

Book your tickets