Lomba Pokdarwis di Grand Parama

PEMBANGUNAN pariwisata akan berhasil apabila adanya koordinasi lintas sektor yang kuat dan berkesinambungan antara pemerintah , industri pariwisata , akademisi, media pers dan masyarakat.

Disebutkan kepala dinas Pariwisata Masrani , peran serta masyarakat diharapkan menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan , salah satuanya dengan menerapkan sapta pesona dalam kehiduan sehari hari khususnya bagi masyarakat yng tinggal disekitar daya tarik wisata.

“Agar masyarakat mau menjadi tuan rumah yang baik, maka perlu dieri wwaan ,pegetahuan dankemampuan untuk memahami arti pentingnya pembangunan kepariwisataan dan mempeoleh kesempatan menerima manfaat.” Papar Masrani.

Sehingganya kelompok sadar wisata (pokdarwis) merupakan merupakan kelembagaan informal yang berfungsi sebagai mitra pemerintah.

Dari sinilah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau mengadakan lomba Pokdarwis yang diikuti oleh kelompok  kelompok sadar wisata yang ada di Kabupaten Berau.

Digelar pada  (15/7) di hotel Grand Parama, Tanjung Redeb. Tentunya Disbudpar Berau bertujuan memberikan pengharagaan bagi pokdarwis sebagai agen sadar wisata yang turut mendorong perkembangan pariwisata di destinasi pariwisata dan kontribusi kepada masyarakata sekitarnya.

Dengan adanya lomba pokdarwis ini, untuk meningkatkan kualitas peran dan kapasitasnya dalam pengembangan dan pengelolaan kepariwisataan yang lebih inovatif ,kreatif,berwawasan lingkungan serta berkelanjutan di daerah masing masing. (Bangun Banua)

 

Pokdarwis Competition on The Grand Parama

Tourism development will succeed if there is strong and sustainable cross-sectoral coordination between the government, the tourism industry, academics, the press and the community.

Mentioned by the head of the Masrani Tourism Office, the participation of the community is expected to be a good host for tourists, one of them is by applying sapta charm in daily life especially for people who live around tourist attractions.

“In order for the community to be a good host, it is necessary to feel the authority, knowledge and ability to understand the importance of tourism development and get the opportunity to receive benefits.” He explained.

So the tourism conscious group (Pokdarwis) is an informal institution that functions as a government partner.

From this, Berau District Culture and Tourism Office held a Pokdarwis competition which was attended by tourism conscious groups in Berau District.

It was held on July 15 at the Grand Parama hotel, Tanjung Redeb. Of course Disbudpar Berau aims to provide Pokdarwis with an award as a tourism conscious agent that contributes to the development of tourism in tourism destinations and contributions to the surrounding community.

With this competition, to improve the quality of their roles and capacities in the development and management of tourism, which are more innovative, creative, environmentally sound and sustainable in their respective regions. (Bangun Banua)

Post a comment

Book your tickets