MENGENAL BUDAYA GUNUNG TABUR, KOLEKSI KERATON DAN MUSEUM BATIWAKKAL (Bagian 2)

Bagian 2

“Tari Jappin”

 

Bajappin adalah sebutan aktivitas gerakan tari yang dilakukan orang atau kelompok yang melakukan gerak tari jappin. Melalui sebuah blog http://beraubasusuran.blogspot.com  tentang asal usul tari jappin secara umum kami mendapatkan informasi bahwa Jappin dibawa oleh ulama-ulama Arab ke tanah Melayu lewat India. Ada yang menyebutkan, “zapin” berasal dari kata “al-Zappin” yang berarti gerak kaki. Konon sejarahnya bermula ketika Rasulullah saw dalam hijrah telah sampai ke Madinah, beberapa sahabat mengekspresikan kegembiraan mereka atas kedatangan Rasulullah saw dengan selamat, sekaligus menjadi tanda bangkitnya agama Allah di bumi Thaibah (madinah). Oleh karena itu, seraya melantunkan syair kegembiraan, mereka melangkah dan menghentakkan kaki secara teratur sehingga kemudian dikenallah tari zapin.

Akan tetapi, ada pula yang menyebutkannya berasal dari kata “Zaffa”, yakni memimpin pengantin perempuan dalam perarakan perkawinan. Tarian ini berkembang subur di pusat-pusat kerajaan Melayu terutama sejak abad ke-19 M. seperti di Johor, Riau-Lingga, dan Siak, yang juga dimiliki berbagai daerah pesisir lain di Tanah Air, termasuk di Kalimantan. Gerakan-gerakan dalam tarian Jappin dikembangkan sesuai dengan daya kreativitas seniman yang berdasarkan adat istiadat budaya daerah setempat yang sudah barang tentu mengalami perubahan besar dibandingkan dari tanah asalnya, Gerakan jappin memiliki variasi mengikuti perbedaan lagu / pantun yang mengiringinya.
Jappin yang di masa kegemilangan imperium Melayu hanya ditarikan di kalangan istana yang terbatas, sekarang telah berbaur menyatu di tengah-tengah masyarakat, sehingga tidak lagi tampak nilai-nilai eksklusifitas kesenian ini; semua seakan menyatu dan menjadi identitas bagi penari yang jelas-jelas bukan merupakan orang-orang istana. Setelah melewati proses akulturasi, jelaslah bahwa zapin kini lahir menjadi salah satu ikon budaya Melayu.

Jika umumnya di Tanah Melayu Sumatera atau Malaysia, tari Jappin diringi oleh musik khas yang terdiri atas unsur utama gambus, marwas, dan akordion, sedangkan di Kabupaten Berau sesuai dengan alat yang membudaya di daerah ini yaitu, menggunakan gambus, ketipung / marwas, gong sebagai ketukan langkah titik kaki, dan senandung pantun yang berisikan nasehat / sanjungan. Dan seiring perkembangannya music pengiring jappin inipun mulai dikreasikan dengan alat seperti biola, accordion, tamborin, hadrah dan alat alat music lainnya yang sesuai dengan karakter melayunya.

Filosofi Jappin Banua
Menjunjung tinggi adab adat isitiadat, menghormati yang tinggi derajat, menghormati yang sama derajat, bersama saling menjaga arah, kuatkan tali silaturrahim antar sesama, manyatukan hati bertaqwa kepada Sang Pencipta alam semesta.

 

Tari jappin ditampilkan hampir disetiap acara-acara yang dilakukan masyarakat Berau karena tarian ini mengandung makna kegembiraan dan kebersamaan. (ch*)

 

Foto

 

Tari Tradisional Kesultanan Gunung Tabur (Jappin), Lokasi Depan Museum Batiwakkal Kabupaten Berau Nama Grob Tari “RINTAK BABAYA”, Binaan Museum Batiwakkal.

 

Post a comment

Book your tickets