MENGENAL BUDAYA GUNUNG TABUR, KOLEKSI KERATON DAN MUSEUM BATIWAKKAL (Bagian 3)


Bagian 3

Pangkaran Paniatan Abad 18

Pangkaran ini juga merupakan benda bertuah yang ada di Keraton Kesultanan Gunung Tabur. Asal benda Pangkaran atau Guci ini adalah hibah seorang petani yang dulunya tinggal di desa Babanir atau kampung tua. Yang diserahkan pada putri Sultan Achmad Maulana Muhammad Chalipatullah Jalaluddin yaitu Hj. Adji Putri Kannik Berau Sanipah yang menerimakan saat itu, sekitar tahun 1950.

Sejarah proses cara didapat adanya benda ini dari pemilik awalnya, juga merupakan proses penemuan dari seorang patani di ladang persawahannya yang berada di Ladang pertaniannya di Desa Babanir yang pada saat pembagian kesultanan wilayah tersebut menjadi wilayah hukum adat kesultanan Sambaliung.

Namun karena Sultan Muhammad Zainal Abdin yang merupakan Keturunan Pangeran Dipati tinggal dan membuat istana di Muara Bangun.sehungga masyarakat Bangun dan Babanir masih merasa keturunan Kesultanan Gunung Tabur,meskipun.tinggalnya di Wilayah Kesultanan Sambaliung.

Mengenai histori benda bertuah Pangkaran Paniatan sampai berada di Keraton Kesultanan Gunung Tabur, yaitu Si Petani bermimpi ada seorang yang berwajah kakek laki-laki yang bersorban dan menggunakan pakaian serba putih, meminta kepada Si Petani agar pangkaran yang ditemukannya segera di serahkan dengan di Keraton Kesultanan Gunung Tabur. Tetapi Si Petani meanggap mimpi itu hanya bunga tidur, keesokan malamnya dia bermimpi lagi sampai sampai 3 malam berturut-turut.Sipetani masih tidak menghiraukan mimpinya, akhirnya dia bermimpi lagi, kakek yang bersorban itu mengatakan bahwa, “kalau engkau tidak mengantar pangkaran ini ke Keraton maka anakmu aku bawa masuk kedalam pangkaran ini”. anaknya yang masih kecil dalam mimpinya itupun dibawa masuk kedalam pangkaran.Da…

Keistimewaan Pangkaran Paniatan.

Jika ada keluarga kita yang kehilangan barang, kita memohon kepada Allah SWT dengan permohonan agar barangnya bisa kembali lagi, atau supaya mendapatkan kelebihan Rizki, Dll permohonan namun tetap mendahulukan Allah SWT. (ch*)

Post a comment

Book your tickets