PEDA KTNA Wisata Edukasi dan Refreshing

Teluk Bayur –

Pekan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang digelar di Kampung Labanan Kecamatan Teluk Bayur dan diikuti oleh Kabupaten se-Kaltim ini berlangsung meriah. Dibuka pada Sabtu pagi (20/7) oleh Gubernur Kaltim Isran Noor, pendopo dan lapangan Labanan Jaya penuh sesak baik peserta maupun pengunjung yang ingin menyaksikan berbagai atraksi seperti tarian daerah dan reog dalam pembukaan tersebut.

Tak hanya itu, setiap stand yang dihadirkan oleh dinas terkait yakni dari Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Dinas Perikanan dan Kelautan nyatanya menghipnotis pengunjung yang datang, baik itu masyarakat Kampung Labanan maupun dari sekitarnya seperti Teluk Bayur, Tanjung Redeb dan Sambaliung dan Gunung Tabur. Bahkan, sebelum pembukaan pun sudah ramai dipadati pengunjung lantaran penasaran dengan gelaran tahunan tersebut.

Tak hanya sekadar menampilkan hasil garapan dari setiap dinas, stand yang ada juga memberikan informasi terkait masing-masing dinas, seperti untuk Dinas Kelautan dan Perikanan yang juga menyediakan pamflet berisi keterangan potensi kelautan dan perikanan. Dinas Pertanian dan Peternakan yang memberikan pamflet informasi kriteria daging sapi dan daging ayam yang sehat, cara pembuatan pupuk organik cair (Bio-Urine), informasi jasa layanan laboratorium Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kaltim. Serta ada juga selipan pamflet berisi informasi seputar pariwisata Berau.

“Bagus sekali ya, karena selain pengunjung dapat melihat apa saja yang telah dilakukan dinas tersebut, kita juga bisa mendapatkan informasi bahkan bisa bertanya langsung dengan si pemilik stand. Jadi selain refreshing juga bisa belajar. Seperti saya yang mulai tertarik untuk mengembangkan tanaman hidroponik, setelah mendapatkan informasi dari Dinas Pertanian dan Perkebunan,” terang Rayhan, salah satu pengunjung dari Tanjung Redeb yang mengaku jauh-jauh datang ke Labanan karena ingin menunjukkan kepada buah hatinya seperti apa itu wisata edukasi.

Dilaksanakan selama 5 hari hingga Kamis (25/7) mendatang tentunya bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menghabiskan masa weekend bersama keluarga. Bakal banyak pengetahuan dan informasi yang didapat karena setiap stand tentunya menyuguhkan hal yang berbeda. Tak hanya itu, stand dari PKK Berau dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Berau juga turut ambil bagian dengan menampilkan hasil karya khas Berau yang sudah mulai merambah internasional seperti tenun Berau, dan kerajinan tangan yang terbuat dari batok kelapa, juga makanan-makanan khas seperti Talinga Sagai, kue cincin, terasi, ikan asin, dan sambal udang khas Berau.

“Jadi, sambil melihat-melihat, mencari informasi, juga bisa sekalian mengetahui hasil olahan khas Berau yang selama ini menjadi oleh-oleh hingga ke mancanegara,” terang Sonya, warga Labanan yang juga mengaku senang dengan adanya gelaran PEDA ini. (Bangun Banua)

 

PEDA KTNA Educational and Refreshing Tourism

Teluk Bayur –

Regional Week (PEDA) Contact Mainstay Fisheries Farmers (KTNA) which was held in Labanan Village, Teluk Bayur Sub-district and was followed by East Kalimantan Districts took place lively. Opened on Saturday morning (20/7) by East Kalimantan Governor Isran Noor, Labanan Jaya’s pavilion and field were crowded with participants and visitors who wanted to witness various attractions such as regional dances and reog in the opening.

Not only that, every stand presented by the related offices, namely from the Agriculture, Plantation and Fisheries and Marine Services Offices actually hypnotized the visitors who came, both from the Labanan village community and from the surrounding areas such as Teluk Bayur, Redeb and Sambaliung and Gunung Tabur. In fact, before the opening was crowded with visitors because they were curious about the annual event.

Not only displaying the results from each department, the stand also provides information related to each agency, such as the Department of Marine Affairs and Fisheries which also provides pamphlets with information on the potential of marine and fisheries. The Agriculture and Animal Husbandry Service provided a pamphlet of information on the criteria of healthy beef and chicken meat, how to make liquid organic fertilizer (Bio-Urine), information on laboratory services at the East Kalimantan Institute of Agricultural Technology (BPTP). As well as there are also pamphlets containing information about Berau tourism.

“Very good, because besides visitors can see what the service has done, we can also get information and can even ask directly with the stand owner. So besides refreshing you can also learn. Like me who started to be interested in developing hydroponic plants, after getting information from the Agriculture and Plantation Office, “explained Rayhan, one of the visitors from Tanjung Redeb who claimed to have come all the way to Labanan because he wanted to show his children what education was like.

Conducted for 5 days until Thursday (25/7), of course it can be an alternative for people who want to spend a weekend with family. There will be a lot of knowledge and information obtained because each stand certainly presents different things. Not only that, the stand from PKK Berau and the Regional National Crafts Council (Dekranasda) Berau also took part by displaying the typical Berau works which had begun to penetrate internationally such as Berau weaving, and handicrafts made from coconut shells, as well as special foods such as Talinga Sagai, ring cake, shrimp paste, salted fish, and Berau shrimp sauce.

“So, while looking around, looking for information, you can also find out about typical Berau products that have been souvenirs to foreign countries,” said Sonya, a resident of Labanan who also said he was happy with the PEDA event. (Bangun Banua)

Post a comment

Book your tickets