Pengajuan Bantuan ke Badan Ekonomi Kreatif Bisa Dongkrak Budaya dan Wisata

PENGEMBANGAN  sektor kebudayaan dan pariwisata mendapatkan angin segar. Karena, ternyata untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan, bisa diperoleh melalui pengajuan proposal ke Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Be Kraf) dengan memenuhi beberapa persayaratan yang sudah ditentukan. Apalagi, untuk Kabupaten Berau sendiri ada beberapa yang bisa lebih dikembangkan karena termasuk dalam 16 subsektor yang masuk dalam program Be Kraf.

Seperti desain produk dan fashion, Berau sudah memiliki batik dan tenun dengan motif khas Berau. Ada lagi seni pertunjukan seperti jaranan, reog dan wayang, yang juga sudah ada di Berau, bahkan sudah sering tampil di berbagai acara baik di hari jadi kabupaten maupun acara besar lainnya.

Dikatakan Tenaga Ahli Bekraf Deputi III, Kirno Tirto Digdoyo, yang sudah lama bergelut di daerah Berau bahkan hingga ke pedalaman atau perkampungan di Berau, mengatakan sangat banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi ekonomi kreatif masyarakat seperti ukir, pahat, batik, tenun, hingga kerajinan craft atau aksesoris.

“Ini tentunya menjadi salah satu peluang bagi komunitas-komunitas untuk berinovasi dan kreatif dalam menghasilkan suatu karya. Apalagi untuk ide-ide segar itu sebenarnya ada, tinggal bagaimana kita mengimplementasikannya dari sebuah pemikiran dituangkan menjadi ide,” terangnya dalam pemberian materi acara Learn X peran ruang dan sarana kreatif di Balai Mufakat, Minggu (10/11/2018).

Belum lagi, dengan bantuan yang diberikan nantinya, tentu usaha kreatif warga akan semakin berkembang, bahkan bisa menghasilkan omset yang dapat menunjang kebutuhan pengembangan secara mandiri.

Seperti yang dicontohkan di pulau Komodo Nusa Tenggara Timur, dimana hasil kreasi kerajinan tangan berupa ukir dan pahat serta pembuatan aksesorisnya semakin maju, setelah masuknya BeKraf. Tak hanya itu, inovasi-inovasi baru pembuatan kerajinannya juga terus bertambah, karena sudah didukung dengan sarana yang memadai. Ini berarti dengan masuknya Be Kraf sebagai stimulan bisa berjalan.

Sedangkan untuk kebudayaan, ini juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk dapat menghasilkan lebih banyak hasil kerajinan, jika sarana dan prasarananya sudah terpenuhi. Apalagi untuk Berau sendiri sudah memiliki rumah tenun dan kampung batik yang menjadi kumpulan komunitas para pembuat batik dan penenun yang tersebar di setiap kecamatan. Sehingga faktor pendukungnya perlu ditambah agar bisa semakin berkembang. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets