Pengembagan Pariwisata Perlu Branding

UNTUK  mengembangkan sektor wisata sangat dibutuhkan ciri khas atau branding. Mengingat branding tersebut dapat meningkatkan sektor pariwisata, mulai dari pemasaran hingga konektivitas dapat dicapai. Karenanya Kementerian Pariwisata terus mendorong agar setiap daerah memiliki ciri khas pariwisata masing-masing, bisa melalui obyek wisata, penginapan, khas kliner hingga khas kerajinan tagan.

Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran II Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Martini pada saat sosialisasi Branding Wonderful Indonesia dan Konten Marketing di Hotel Parama, Jum’at (24/8).

Menurutya branding pariwisata ini merupakan hal mendasar yang perlu dilakukan masing-masing daerah sebelum pengembangan lebih lanjut. Martini juga  menyampaikan, bahwa branding merupakan identitas pariwisata yang akan dikenalkan nantinya sebagai daya tarik wisatawan. “Ini merupakan bentuk awal dari destinasi wisata kita. Sehingga wisatawan akan mencari objek wisata tersebut karena ketertarikannya,” jelasnya.

Dengan adanya branding ini, kata Martini, wisatawan akan mengenal lebih jauh destinasi yang ditawarkan dan dimiliki di daerah terserbut. “ Semua wisatawan yang berkujung ketempat yang dikunjungi dapat melihat  branding yang kita miliki. Kalau dibuat menarik tentu saja wisatawan akan tertarik untuk datang,” katanya.

Sementara Sekretaris Daerah, Ir HM Gazali  MM mengatakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung pembuatan branding pariwisata ini. Hal ini pun sejalan dengan program pemerintah daerah yang saat ini sedang gencar-gencarnya mengembangkan sektor pariwisata.

“Tentu branding ini akan menjadi skala prioritas pemerintah daerah untuk segera dibuatkan. Jadi sebelum dipasarkan dan dipromosikan, kita harus perlu branding dulu seluruh objek wisata. Sehingga pada saat menjual natinya dapat memberikan kepuasan kepada wisatawan dan targetnya mereka akan tertarik untuk datang kembali,” Ungkapnya.

Gazali juga  mengatakan, bahwa  saat ini pemerintah daerah fokus dalam pengembangan wisata bahari. Disini lah tugas utama pemerintah untuk melakukan branding terhadap wisata bahari tersebut.” Meskipun sejauh ini sudah banyak wisatawan yang datang berkunjung, namun branding pariwisata ini tetap harus dilakukan” ujarnya.

Dalam hal ini pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif mendukung pengembangan pariwisata ini. Melalui branding yang akan dilakukan pemerintah, tentu masyarakat juga harus dapat terlibat. “ Jadi harus sejalan dengan branding yang kita kenalkan ke wisatawan. Seperti kebersihan dan ramah tamah dari masyarakat. Tentu dukungan ini sangat kita perlukan dan wisatawan dapat betah tinggal lama-lama. Karena target kita yaitu wistawan dapat tinggal minimal 3 hari. Kita juga sedang berupaya dalam memenuhi fasilitas di semua objek wisata yang ada di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets