Perlu Pembenahan Triple A di Mahuang Uleg

Tanjung Redeb –

Akses jalan menuju suatu objek wisata menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan pariwisata. Ini pulalah yang menjadi alasan mengapa objek wisata Danau Mahuang Uleg yang berada di Kampung Tunggal Bumi Kecamatan Talisayan, masih belum terlalu dikenal. Dan terkait hal ini juga dibenarkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

Dikatakan Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Wisata Disbudpar Berau, Hotlan Silalahi M Si, untuk objek wisata danau eksotis tersebut memang masih sulit dijangkau. Lokasi yang masuk ke dalam hutan agak lebih jauh akses jalannya memang belum mumpuni.

“Kesadaran masyarakat tentang pentingnya objek wisata itu untuk pengembangan kampung masih rendah, sehingga untuk pembenahan akses jalan juga masih belum dilakukan. Masih perlu dilakukan pembinaan Disbudpar Berau kepada masyarakat kampung tersebut,” jelasnya Jumat (16/8).

Sedangkan ditinjau dari faktor Triple A (Accessibility, Amenity, dan Attraction) juga masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Untuk Accessibility atau akses jalan memang rendah atau kurang bagus, tetapi sebenarnya sudah terhubung ke beberapa kampung sekitarnya dan sangat potensial untuk dikembangkan.

Dari sudut Amenity atau fasilitas juga memang belum terorganisir walaupun sudah ada niat kampung untuk penyiapan sarana akomodasi dan kuliner. Dan untuk sudut Attraction atau daya tariknya sendiri, untuk danau tersebut adalah luar biasa. Bahkan bisa diinovasi sebagai mass tourism dan special interest sebagai konsep gabungan wisata masal dan ekowisata.

“Tetapi untuk pemasaran saat ini masih belum banyak yang bisa dipromosikan, tetapi perlu untuk  diinformasikan dan pra promosi sembari pembenahan faktor Triple A yang ada khususnya pemberian pemahaman sadar wisata kepada seluruh masyarakat di kampung tersebut dan juga sekitarnya juga kepada seluruh stakeholder terkait. Jadi bukan hanya Disbudpar Berau saja yang bergerak tetapi semua pihak. Ini juga demi kemajuan pariwisata Berau sendiri,” tutupnya. (bangun banua)

 

Need to Fix Triple A in Mahuang Uleg

Road access to a tourist attraction is an important factor for the sustainability of tourism. This is also the reason why the attraction of Lake Mahuang Uleg located in Kampung Tunggal Bumi, Talisayan District, is still not very well known. And related to this matter is also justified by the Berau Culture and Tourism Office (Disbudpar).

The Head of the Promotion and Development Division of the Tourism and Tourism Office of Berau, Hotlan Silalahi M Si, said that the exotic lake tourism object is still difficult to reach. The location that enters the forest is a bit further away, the road access is not yet qualified.

“Public awareness about the importance of attractions for village development is still low, so that improvement of road access has also not been done. It still needs to be done by developing the Berau Disbudpar to the village community, “he explained Friday (8/16).

While in terms of the Triple A factor (Accessibility, Amenity, and Attraction) there are still a number of things that need to be addressed. Accessibility or road access is indeed low or not good, but actually it is already connected to several surrounding villages and has great potential to be developed.

From the point of view of Amenity or facilities it is indeed not organized even though there is a village intention to prepare accommodation and culinary facilities. And for the point of attraction or attraction itself, for the lake is extraordinary. It can even be innovated as mass tourism and special interest as a combined concept of mass tourism and ecotourism.

“But for marketing at this time there is still not much that can be promoted, but it needs to be informed and pre-promotion while improving the existing Triple A factor in particular giving awareness of tourism to all communities in the village and surrounding areas as well as to all relevant stakeholders. So it’s not just the Berau Disbudpar that moves but all parties. This is also for the progress of Berau tourism itself, “he concluded. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets