Persiapan Hari Jadi Berau Dimatangkan

Tanjung Redeb –

Mendekati puncak peringatan hari jadi ke-66 Kabupaten Berau dan ke-209 Kota Tanjung Redeb yang tinggal menghitung hari, semua persiapan sudah mulai dipastikan. Setiap rentetan kegiatan yang sudah disusun dalam agenda juga sudah siap disajikan ke khalayak luas. Ini karena semua stakeholder yang dilibatkan melakukan yang terbaik sesuai tupoksinya. Tak terkecuali Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

Ditemui pada Selasa (10/9), Kepala Bidang Bina Nilai Budaya dan Tradisi Disbudpar Berau, Endin Supandi mengatakan jika Disbudpar sendiri sudah mempersiapkan semuanya dengan baik dan matang, sehingga siap ditampilkan pada hari H yakni 15 September 2019 nanti. Mulai dari Manguati Banua (tradisi Kesultanan Gunung Tabur yang bermakna mengobati kampung) yang akan digelar pada 15 September di Keraton Sambaliung, dimana pada hari yang sama juga akan dilakukan pembukaan Berau Expo di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb.

“Sudah 75 persen untuk persiapan keseluruhan. Dari awal hari H sampai agenda selanjutnya yakni lomba kuliner Ancur Paddas dan Puncak Rasul pada 17 September di  Graha Pemuda. Dan untuk di tanggal 23 September sampai 24 September ada lomba olahraga tradisional. Serta di 29 September ada gelaran Baturunan di Museum Batiwakkal, bakar ikan di tepian Ahmad Yani, tepian Gunung Tabur, dan tepian Sambaliung dan juga dirangkai dengan lomba perahu panjang juga di tanggal yang sama yang dilaksanakan di Sungai Segah,” jelasnya.

Meskipun agenda yang digelar hampir sama dengan tahun sebelumnya, tetapi untuk 2019 ini ada sesuatu yang berbeda, yakni  penampilan parade kostum karnival yang pelatihannya sudah digelar oleh Disbudpar Berau selama 2 kali, dimana beberapa kostum dengan desain khas Berau sudah siap untuk ditampilkan.

“Yang berbeda tahun ini adalah penampilan hasil pelatihan masyarakat berupa parade kostum karnival, yang juga sudah sempat ditampilkan di tepian Jalan Pulau Derawan beberapa waktu lalu. Karena melihat antusias masyarakat yang luar biasa, maka di tanggal 27 Oktober nanti juga akan kembali ditampilkan di hadapan masyarakat. Dan untuk tahun ini paradenya akan digelar di tepian Ahmad Yani dan masyarakat bisa berfoto atau berselfie dengan kostum yang ada. Jadi diharapkan dengan adanya penambahan parade ini akan bisa menarik jumlah wisatawan yang hadir, bukan hanya wisatawan lokal saja,” ungkap Kepala Bidang Pengembangan dan Promosi Pariwisata Hotlan Silalahi. (bangun banua)

 

Prepared Berau Anniversary Well Done

Nearing the peak of the 66th anniversary of Berau Regency and the 209th of Tanjung Redeb City, which only has to count the days, all preparations have begun to be confirmed. Each series of activities that has been arranged in the agenda is also ready to be presented to a wide audience. This is because all stakeholders involved do their best according to their tasks and functions. No exception Berau Culture and Tourism Office (Disbudpar).

Met on Tuesday (10/9), Head of Culture and Tradition Development Division of Berau Disbudpar, Endin Supandi said if the Disbudpar itself had prepared everything well and thoroughly, so that it was ready to be displayed on the D day, September 15, 2019. Starting from Manguati Banua (Gunung Tabur Sultanate tradition which means to treat the village) which will be held on September 15 at the Sambaliung Palace, where on the same day the Berau Expo will be opened at Tanjung Redeb Youth Field.

“It’s 75 percent for overall preparation. From the beginning of D-day until the next agenda, namely the Ancur Paddas culinary competition and Puncak Rasul on September 17 at Graha Pemuda. And on September 23 to September 24 there is a traditional sports competition. And on September 29 there was the Baturunan event at the Batiwakkal Museum, grilled fish on the banks of Ahmad Yani, the edge of Mount Tabur, and the edge of Sambaliung and also arranged by a long boat race also on the same date held at the Segah River, “he explained.

Although the agenda that was held was almost the same as the previous year, but for 2019 there was something different, namely the appearance of the carnival costume parade which had been held by the Berau Disbudpar for 2 times, where several costumes with a typical Berau design were ready to be displayed.

“What’s different this year is the appearance of the results of community training in the form of carnival costume parades, which have also been displayed on the banks of Jalan Pulau Derawan some time ago. Because of seeing the extraordinary enthusiasm of the community, then on October 27 will also be displayed again before the community. And for this year the paradigm will be held at the edge of Ahmad Yani and the public can take pictures or take pictures in the costumes. So it is hoped that the addition of this parade will be able to attract the number of tourists present, not just local tourists, “said Head of Tourism Development and Promotion Section Hotlan Silalahi. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets