Pesona Bahari Biduk yang Memiliki Terumbu Karang Langka di Dunia

Agus Tantomo saat menyelam

 

TAK  ada yang meragukan keindahan bahari yang dimiliki Kabupten Berau,Kalimantan Timur. Bahkan keindahannya telah diakui dunia dan diburu oleh para wisatawan yang hobby menyelam. Mungkin saat ini yang santer mencuak di publik adalah bawah laut kepulauan derawan.Tapi bukan hanya diwilayah itu saja,Biduk-Biduk juga memiliki keindahan bahari yang menakjubkan.

Keindahan bawah laut di Biduk-Biduk sering jadi bahan pembicaraan oleh para penyelam di Berau.Mendengar cerita-cerita fantastis dari para penyelam tersebut membuat seorang Wakil Bupati Berau,Agus Tantomo jadi penasaran. Agus yang juga seorang penyelam dan sudah lama jatuh cinta dengan dunia bawah laut.

Beberapa hari lalu ke Biduk-Biduk mengisi hari libur kernya untuk menuntaskan rasa pensarannya. Selama dua hari disana,sejak 9-10 November, Agus bersama istrinya menyelam di wilayah perairan sekitar Pantai Batu Berdiri, Kampung Teluk Sumbang.Penyelaman di beberaoa spot diving dilakukannya dengan didampingi dive master dari pengelola dive center Lamin Guntur.

Selama melakukan penyelaman,kondisi cuaca tidak mendukung,langit tertutup awan mendung disertai hujan sehingga pandangan di bawah laut jadi berkurang.Meski demikian,Agus tetap turun ke laut untuk mengobati rasa penasarannya itu.

“Selama menyelam tidak terlalu terlihat dengan jelas. Pandangan terganggu akibat kurang cahaya. Mungkin ini tandanya saya harus balik lagi kesini untuk menyelam,”sebutnya ke dive master disertai tawa.

Di wilayah perairan Biduk-Biduk saat ini ada 9 spot diving yang terdaftar, selebihnya masih ada banyak spot diving yang belum memiliki nama yang perlu dijelajahi. Spot diving yang dijelajahi oleh Agus Tantomo adalah Braind Garden di sekitar Pantai Batu Berdiri. Braind Garden adalah spot diving dari 9 spot diving yang sudah terdaftar.

Meski penampakan bawah laut Braind Garden tidak belum sepenuhnya terlihat,namun Agus yakin jika Brain Garden sangat manakjubkan.Terumbu karangnya banyak dan sangat besar.

“Terumbu karang disini agak berbeda dari terumbu karang yang ada di perairan bawah laut kepulauan derawan.Tadi saya liat terumbu karangnya besar-besar,”seru Agus usai menyelam.

Rasa penasaran Agus Tantomo makin bertambah setelah mendengar cerita Jumri,seorang master dive di dive center Resort Lamin Guntur tempat ia menginap.

Dari cerita jumri dikatakannya jika spot diving di perairan Biduk-Biduk terdapat terumbu karang langka yakni terumbu karang jenis Elkhron,Jenis terumbu karang tersebut merupakan salah satu dari 10 jenis terumbu karang yang terancam punah di dunia.

“Keberadan terumbu karang langka tersebut diketahui ketika ada tim peniliti dari Reef Guardian dari Thailand dan Malysia melakukan penelitian di sini pada tahun 2015 silam,”ungkap Jumri.

“Wah..wah…!!! Pantesan saya liat terumbu karangnya agak beda ya. Nyata saya harus kesini lagi,”seru Agus. (Bangun Banua)

Agus Tantomo dan Istri berpakaian siap menyelam di perairan Biduk-biduk. 

Post a comment

Book your tickets