Pesta adat Bakudung Batiung di Kampung Long Lanuk

Nilai Adat dan  Budaya Yang Harus Dilestarikan

UNTUK melestarikan adat dan budaya suku Dayak, warga kampung Long Lanuk, Kecamatan Sambaliung  secara turun menurun menggelar pesta adat Bakudung Batiung. Upacara adat Bakudung Batiung, yang merupakan tradisi Suku Dayak Gaai ini yang bermukim di pedalaman Berau tersebut dibuka Asisten I, Drs H Anwar dan dihadiri Kadisbudpar, H Mapasikra Mappaseleng SE,  sejumlah pejabat dan para tokoh adat.

Asisten I mewakili Bupati Berau, H  Muharram S Pd MM dalam kesempatan tersebut mengharapkan,  dengan digelarnya pesta adat ini menambah rasa kecintaan masyarakat terhadap adat istiadat yang diwariskan para pendahulu suku Dayak, khususnya masyarakat Indonesia. tetang komitmen sesuai tema yang ada, yakni “Menjaga, memelihara, serta melindungi adat dan budaya”.

“Seperti kita ketahui nilai budaya adalah hasil Investasi, kreasi dan hasil dari pada kehidupan para nenek moyang kita, tentang kehidupan yang sederhana memalui kehidupan pertama kali di daerah ini, sampai proses detik ini” Ungkapnya.

Banyak nilai – nilai budaya yang telah menjadi kebiasaan nenek moyang yang perlu dipelihara dan perlu dijaga hingga saat ini, nilai – nilai yang positif, kemajuan kebersamaan, saling mendukung, saling menghormati, menjaga  persatuan dan gotong royong. Iniah diantara nilai – nilai yang sampai saat ini yang perlu dilestarikan dan dibudayakan oleh generasi penerus. “ Nah, saking pentingnya budaya ini, didalam Nawacita sekarang ini ditonjolkan atau diarahkan keaarah pembangunan, bagaimana bangsa Indonesia ini berbudaya asli Indonesia.” ujarnya.

Mengingat saat ini sudah banyak budaya – budaya yang tidak sesuai dengan apa yang ditanamkan oleh nenek moyang. Sekarang budaya gotong royong sudah sulit ditemui, karena lebih condong hidup masing – masing, kepedulian mulai kurang terhadap sesama. Berbeda dengan jaman nenek moyang, cocok tanam hingga mendirikan tempat tinggal selalau dilakukan bersama – sama.

“ Sama halnya nenek moyang suku Dayak pada saat itu, kerja sama dan saling membantu satu sama yang lain selalu dilakukan hinga sampai detik ini,” ungkapnya.

Untuk itu, dikatakan Anwar, ketauladanan nenek moyang juga patut dijadikan panutan dalam kehidupan sehari – hari bagi masyarakat. Karena melalui semua apa yang pernah dilakukan nenek moyang dulu, bisa diterapkan dalam kehidupan sehari – hari, menjaga, kerja keras, melindungi satu sama yang lain, menjalin silaturrahim demi kehidupan yang aman dan damai. “ Nilai – nilai adat dan budaya suku Dayak inilah yang patut dijadikan cermin bagi kita semua. Kita malu dengan nenek moyang kita, kalau tidak bisa mewarisi nilai – nilai adat dan budaya tersebut,” urainya.

Karenanya, sambung Anwar, seiring dengan berkembangnya zaman dan tekhnologi yang serba canggih, hendaknya adat dan budaya seperti Bakudung Batiung ini tidak tertelan zaman, harus tetap dijaga dan tetap dilestarikan hingga masa – masa yang akan datang. “ OLeh sebab itu, melalui pesta adat Bakudung Batiung ini, mari kita merefleksikan diri, memaknai apa yang terkandung dalam momen yang berharga ini, agar generasi penerus nanti mampu mewarisi nilai – nilai adat dan budaya kearifan lokal ini,” pungkasnya.(banun banua)

This slideshow requires JavaScript.

Post a comment

Book your tickets