Pokdarwis Banuanta Wakili Berau ke Tingkat Provinsi

Tanjung Redeb  –

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau mengelar lomba kelompok sadar wisata (Pokdarwis) tingkat kabupaten pekan lalu. Dalam kegiatan ini, Pokdarwis Banuanta Tanjung Redeb berhasil meraih juara pertama dan akan menjadi wakil Berau untuk lomba yang sama di tingkat Provinsi Kalimantan Timur. Dan pada  6 September mendatang, Disbudpar akan melakukan verifikasi dan selanjutnya akan mengirimkan ke provinsi.

Hasil perlombaan ini menetapkan lima terbaik. Untuk juara pertama Pokdarwis Banuanta dan mendapatkan anggaran pembinaan senilai Rp 5 juta, kemudian Pokdarwis Tulung Ni Lenggo dari Tembudan sebagai juara kedua mendapatkan Rp 4 juta, Pokdarwis Bangen Tawai dari Merasa menjadi juara ketiga mendapatkan pembinaan Rp 3,5 juta. Sementara Harapan 1 Pokdarwis Gunung Ilanun dari Sambaliung dan harapan 2 Pokdarwis Kalibata dari Teluk Bayur.

Ditetapkannya Banuanta oleh tim juri yang terdiri dari Hotlan Silalahi, Mappasikra Mappaseleng dan Yozzie Frize Avidar ini karena sejumlah inovasi yang ditampilkan. Salah satunya kampung batik di Gang Amal yang telah dilauncing pada tahun 2018 oleh Bupati Muharram.

“Kita melihat ada inovasi yang ditampilkan dan ini menjadi nilai tambah yang cukup tinggi,” jelas salah seorang juri, Mappasikra.

Dalam perlombaan ini, penilaian lebih difokuskan pada inovasi, manajemen keuangan dan keterlibatan masyarakat sekitar. Dari sejumlah kriteria ini, maka terpilih lah Pokdarwis Banuanta sebagai yang terbaik. “Mereka juga mengkoneksikan wisata religi, makam syech HM Ali Junaidi serta wisata kuliner di Jalan Pulau Derawan dan Ahmad Yani,” ujar Mappasikra mantan Kadisbudpar Berau ini.

Sementara Pokdarwis Tulung Ni Lenggo dari Tembudan mempresentasikan wisata Danau Tulung Ni Lenggo. Dimana pada tahun 2018 lalu, Pokdarwis ini mendapatkan juara kedua untuk tingkat provinsi dengan wisata yang sama. “Dari segi pendapatan sudah sangat besar. Karena tingkat kunjungan wisatawan ke sana sangat ramai. Tinggal inovasi saja dikembangkan lagi,” jelas Mappasikra.

Kemudian Pokdarwis Bangen Tawai dari Merasa mengangkat wisata di wilayah pedalaman dengan pola melibatkan turis lokal maupaun mancanegara. Dalam beberapa tahun terakhir ini sudah sangat bagus pengelolaan objek wisata di sana, dengan tingkat kunjungan wisatawan yang signifikan. (bangun banua)

 

Pokdarwis Banuanta Represents Berau to the Provincial Level

The Berau Regency Culture and Tourism Agency (Disbudpar) organized a district-level tourism conscious group (Pokdarwis) competition last week. In this activity, Tanjung Redeb Pokdarwis Banuanta won first place and will be the representative of Berau for the same competition at the East Kalimantan Province. And on the 6th of September, Disbudpar will verify and then send it to the province.

The results of this race set five best. For the first winner of Pokdarwis Banuanta and get a coaching budget worth Rp 5 million, then Pokdarwis Tulung Ni Lenggo from Tembudan as the second winner received Rp 4 million, Pokdarwis Bangen Tawai from Merasa became the third winner to get coaching Rp 3.5 million. While Hope 1 Pokdarwis Gunung Ilanun from Sambaliung and hope 2 Pokdarwis Kalibata from Teluk Bayur.

Banuanta was determined by a jury consisting of Hotlan Silalahi, Mappasikra Mappaseleng and Yozzie Frize Avidar because a number of innovations were displayed. One of them is the batik village in the Amal Gang which was launched in 2018 by the Regent of Muharram.

“We see innovations being displayed and this is a pretty high added value,” explained one of the judges, Mappasikra.

In this competition, the assessment focused more on innovation, financial management and the involvement of the surrounding community. Of these criteria, the Banuanta Pokdarwis was chosen as the best. “They also connect religious tourism, the shrine of HM Ali Junaidi and culinary tours on Jalan Derawan and Ahmad Yani,” said Mappasikra, the former head of Berau Culture and Tourism Office.

While the Pokdarwis Tulung Ni Lenggo from Tembudan presented the tour of Tulung Lake Ni Lenggo. Where in 2018, this Pokdarwis won second place at the provincial level with the same tour. “In terms of income it has been very large. Because the level of tourist visits there is very crowded. Just staying innovated will be developed again, “explained Mappasikra.

Then Pokdarwis Bangen Tawai from Feeling to lift tourism in the hinterland with a pattern involving local tourists or foreigners. In recent years there has been a very good management of tourist attractions there, with a significant level of tourist visits. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets