Selain Motif Kangkung, Penyu Juga Ada Kelakai

Supriyadi menunjukkan beberapa desain buatannya yang dikembangkan dari kembang kangkung, tapi tetap memperlihatkan khas Berau yakni penyu dan ukiran Dayak.

 

SELAIN batik, juga ada kerajinan tenun di Kabupaten Berau yang sudah dikenal . Banyak motif dan desain yang ditampilkan dalam hasil kerajinan tangan tersebut. Lantas, darimana motif tersebut berasal?

Kembang kangkung, salah satu motif yang banyak diterapkan para penenun di Berau, ternyata memiliki filosofi yang cukup menarik. Berawal dari salah satu jenis tanaman merambat pakis hutan yang memiliki sebutan berbeda-beda di tiap daerah. Jika masyarakat Kabupaten Berau menyebutnya Kelakai, masyarakat Banua menyebutnya Jangang, sedangkan di daerah utara disebut Bunga Kujau, dan di Kutai disebut pakutek. Dari situlah akhirnya motif yang ada dikembangkan menjadi Penyu, Naga dan biota laut lainnya.

Ditemui di acara Fasilitasi Pengembangan Produk Tenun (Desain dan Pewarnaan) di Hotel Palmy, Jalan SA Maulana Tanjung Redeb, Rabu (24/10/2018), penyuluh kerajinan Provinsi Kaltim, Supriyadi, menjelaskan asal mula munculnya penggunaan motif kembang kangkung dalam pakaian tersebut.

“Filosofinya, akar Jangang ini sangat kuat, dan sering dipakai sebagai pengikat kapal supaya tidak hanyut. Dan kemudian diaplikasikan ke desain baju. Baju pertama adalah baju pengantin, dimana desain akar Jangang yang ada, melambangkan ikatan batin dan cinta yang sangat kuat sehingga tidak terpisahkan. Cerita ini saya dapatkan langsung dari sesepuh Dayak ketika saya berkunjung untuk mencari ide pembuatan desain baru,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Supriyadi yang juga sudah melanglang buana hingga ke daerah Papua untuk memberikan pelatihan pembuatan desain tenun, juga mengatakan bahwasannya untuk motif tenun dan batik yang menggunakan kembang kangkung ternyata hampir dimiliki seluruh daerah di indonesia. Hanya saja, untuk Kabupaten Berau memang sudah mengalami perkembangan dengan adanya motif penyu dan ukiran Dayak yang sudah diaplikasikan di beberapa tempat, misalnya tugu atau bandara Kalimarau.

Seperti diketahui Berau telah memiliki rumah tenun di wilayah Sambaliung, yang dilauncing ketua Dekranasda Berau Hj Sri Juniarsih M si . Saat ini Pemkab Berau ingin terus mengembangkan pengelolaan tenun untuk masyarakat dan budaya dan kepariwisataan. (bangun banua)

 

 

Post a comment

Book your tickets