Seri Lomba Foto Bawah Laut & lomba Eksplorasi Titik Penyelaman Baru di Maratua

TANJUNG REDEB –

Pesona bawah laut Indonesia adalah kekayaan terbaik bagi bangsa. Melalui kesempatan ini, sudah waktunya bagi Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi dengan menjelajahi kekayaan maritime kita serta pengakuan dunia, untuk benar-benar menjadikan pesona bawah laut Indonesia sebagai sumber devisa melalui wisata selam. Sebuah objek pariwisata dengan pasar yang sangat besar dan demografi ekologi dan konservasi yang sangat kuat berbasis pada kelestarian ekosistem, dikarenakan hal ini, PT. Sapta Grahita Dewani menggelar Seri Lomba Foto Bawah Laut & Lomba Eksplorasi Titik Penyelaman Baru di Maratua 4 -6 Desember 2019, diikuti 24 peserta terdiri dari 21 dari Indonesia, 1 orang dari Australia dan 1 orang dari Malaysia . Acara dibuka secara resmi  dibuka Asisten Bupati Mansyah Kelana  Rabu (4/12) malam di hotel  Green Nirvana.

“Dunia mengenal Manado sebagai destinasi wisata selam terbaik di Indonesia. Bunaken melalui pesona bawah lautnya, menarik perhatian para pecinta wisata selam dari seluruh penjuru dunia untuk menikmatinya. Melalui acara ini, kami akan menjadikan beberapa wilayah di Indonesia seperti Manado, mulai dari Maratua di pembukaan tahun ini, menyusul Gorontalo, Pulau Weh di Sabang, Ambon da n ditutup dengan Komodo di sesi pertama”, ujar Joice Maria bernadet, Direktur Utama PT. Sapta Grahita Dewani.

Peningkatan jumlah kunjungan wisata selam meningkat sebesar 500% hanya dalam tempo 3 tahun  mulai 2015 hingga 2018, menjadikan Manado saat ini sentra industry wisata selam nasional dengan infrastruktur yang lengkap. Potensi Indonesia untuk meningkatkan 500% wisatawan selam bisa diterapkan untuk tingkat nasional dengan dukungan dan peran aktif pemerintah, karena Indonesia mempunyai ribuan titik selam yang potensial untuk menjadi Manado-Manado berikutnya.

“Kita ingin menjadikan dan menjaga Maratua & titik penyelaman di Indonesia sebagai tujuan titik penyelaman kelas dunia, memajukan dunia pariwisata Indonesia dan menjadikan wisata selam sebagai primadona pariwisata untuk di dalam negeri sendiri sehingga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat dan nilai devisa di masing-masing destinasi acara”, ujar John E. Sidjabat, Kordinator acara.

“Acara Lomba Foto bawah Laut, membawa angin segar untuk kalangan fotografer bawah laut dunia, khususnya Indonesia, ada hal menarik dari acara ini yaitu Lomba Eksplorasi Titik Penyelaman baru, lomba ini belum pernah ada dimanapun, menarik karena bisa dilakukan dalam group mencari titik penyelaman yang baru & memperebutkan hadiah yang cukup besar”, ujar Ria Qorina lubis, salah satu Juri Lomba Bawah laut.

Seperti diketahui, Indonesia penyumbang sampah terbesar ke-2 di dunia, acara ini dibuat juga untuk mengkampanyekan gerakan mengurangi sampah plastik yang sedang menjadi isu global akibat pencemaran yang semakin parah kepada laut dan biota di dalamnya. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk mendorong kebijaksanaan terkait dengan sampah plastik sekali pakai dengan mengundang perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk bersama-sama menggalang komitmen dalam mengurangi pemakaian plastik sekali pakai di perusahaan-perusahaan masing-masing.

“Kita ingin Maratua  di Kabupaen Berau ini  dijadikan dan dikembangkan menjadi salah satu destinasi penyelaman terbaik Indonesia untuk wisata selam Dunia, yang saat ini sudah berkembang menjadi industri wisata selam. Sebagai salah satu Destinasi penyelaman kelas dunia, kita wajib menjaga, memelihara dan memajukan dunia pariwisata Indonesia dengan menjadikan wisata selam sebagai primadona pariwisata di dalam maupun di luar negeri, sehingga khususnya di Maratua  dapat berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat sekitar dan nilai devisa yang masuk di masing-masing destinasi acara, juga tentunya berdampak positive,” papar John E. Sidjabat koordinator acara. (bangun banua )

 

Underwater Photo Contest Series & New Dive Point Exploration Contest in Maratua

Indonesia’s underwater charm is the best wealth for the nation. Through this opportunity, it is time for Indonesia to spur economic growth by exploring our maritime wealth and world recognition, to truly make Indonesia’s underwater charm a source of foreign exchange through diving tourism. A tourism object with a very large market and very strong ecological and conservation demographics based on ecosystem sustainability, because of this, PT. Sapta Grahita Dewani held a series of Underwater Photo Contest & New Dive Point Exploration Contest in Maratua 4 -6 December 2019, followed by 24 participants consisting of 21 from Indonesia, 1 from Australia and 1 from Malaysia. The event was officially opened by the Assistant Regent of Mansyah Kelana Wednesday (4/12) night at the Green Nirvana hotel.

“The world knows Manado as the best dive tourism destination in Indonesia. Bunaken through its underwater charm, attracts the attention of dive tourism lovers from all over the world to enjoy it. Through this event, we will make several regions in Indonesia such as Manado, starting from Maratua at the opening this year, following Gorontalo, Weh Island in Sabang, Ambon and closing with Komodo in the first session “, said Joice Maria with a tone, Director of PT. Sapta Grahita Dewani.

The increase in the number of dive tourism visits increased by 500% in just 3 years from 2015 to 2018, making Manado the current national dive tourism center with complete infrastructure. Indonesia’s potential to increase 500% of dive tourists can be applied at the national level with the support and active role of the government, because Indonesia has thousands of potential diving spots to become the next Manado.

“We want to make and maintain Maratua & diving spots in Indonesia as a world-class diving destination, advance the world of Indonesian tourism and make diving tourism a prima donna for domestic tourism so that it has a direct impact on people’s economy and foreign exchange value in each event destination”, Said John E. Sidjabat, Coordinator of the event.

“Underwater Photo Contest, bringing a breath of fresh air to the underwater photographer world, especially Indonesia, there are interesting things from this event that is the new Dive Point Exploration Contest, this competition has never been anywhere, interesting because it can be done in groups looking for diving spots that are new & competing for a big prize, “said Ria Qorina lubis, one of the Underwater Competition Judges.

As is known, Indonesia is the second largest contributor of waste in the world, this event was also held to campaign for the movement to reduce plastic waste which is becoming a global issue due to increasingly severe pollution to the sea and the biota in it. Therefore, we took the initiative to encourage policies related to disposable plastic waste by inviting companies in Indonesia to jointly build a commitment to reduce the use of disposable plastic in their respective companies.

“We want this Maratua in Berau Regency to be made and developed into one of Indonesia’s best diving destinations for World diving tourism, which has now developed into the diving tourism industry. As one of the world-class diving destinations, we are obliged to protect, preserve and advance the world of Indonesian tourism by making diving tourism the mainstay of tourism both at home and abroad, so that especially in Maratua it can have a direct impact on the economy of surrounding communities and the value of foreign exchange that enters in each – the destination of the event, of course, also has a positive impact, “said John E. Sidjabat, the event coordinator.

Post a comment

Book your tickets