Standarisasi Pelayanan Jadi Faktor Kepuasan Wisatawan

Maratua –

Untuk membangun kepariwisataan Berau dan meningkatkan perekonomian, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau menggelar standarisasi pelayanan prima non bintang yang kali ini dilaksanakan di Maratua. Dibuka oleh Kadisbudpar Berau, Masrani M.Si, kegiatan ini diharapkan akan semakin memperkenalkan Berau sebagai daerah wisata baik secara nasional maupun internasional. Tak hanya itu, dalam acara ini menekankan bahwa pelayanan yang diberikan menjadi faktor utama kepuasan wisatawan.

“Semua ini diperlukan sinergi antara pemerintah dan pengusaha khususnya bidang akomodasi (perhotelan) bekerjasama dalam hal memperkenalkan wisata serta meningkatkan mutu pelayanan prima yang dapat memberi nilai lebih sehingga wisatawan domestik maupun mancanegara merasakan kepuasan tersendiri dan memiliki kesan yang baik,” jelasnya.

Dan melalui kegiatan standarisasi pelayanan prima non bintang ini adalah sebagai penggerak motivator dan komunikator dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian pengusaha khususnya perhotelan agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik untuk berkembangnya kepariwisataan.

“Jadi ini sebuah tantangan bagi kita untuk terus bersemangat memberikan yang terbaik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara melalui peningkatan standarisasi pelayanan profesional. Tentu saja ini semua diperlukan kemauan keras untuk memberikan pelayanan yang terbaik, serta kesadaran wisatawan adalah tamu istimewa yang juga harus diberi pelayanan istimewa,” tambahnya.

Banyak materi yang diberikan dalam acara standarisasi tersebut. Sapta pesona dalam pembangunan industri pariwisata oleh Sekretaris BPD PHRI Kaltim, H. M. Zulkifli, yang memaparkan apa itu pariwisata dan industri pariwisata dan pentingnya sadar wisata (suatu kondisi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan disuatu destinasi atau wilayah), dimana tujuannya adalah menumbuhkan motivasi, kemampuan dan kesempatan bagi masyarakat sebagai wisatawan untuk mengenali dan mencintai tanah air.

Motivasi kerja dan sikap profesional karyawan hotel juga diberikan kepada para peserta. Materi ini mengingatkan bahwasannya tamu adalah orang yang paling penting di hotel karena tamu = income = sumber operasional hotel. Selain itu, tamu tidak tergantung kepada kita, tetapi kita tergantung kepada tamu karena kita menjual jasa bukan barang. Tamu bukan orang yang mengganggu kita, sebaliknya merupakan tujuan dan harapan kita dan merupakan prioritas utama.

Tamu bukan orang asing bagi kita tetapi bagian yang tak terpisahkan dengan usaha kita. Juga bukan barang yang tak berjiwa. Ia memiliki rasa, emosi, prasangka, seperti kita juga. Tamu tidak boleh ditentang, karena argumentasi kita pasti tidak membawa keuntungan. Dan poin pentingnya yakni tamu adalah orang yang menggunakan fasilitas hotel.

Untuk itu setiap karyawan hotel harus memiliki beberapa sikap dasar diantaranya sopan santun dan ramah, jujur dan siap menolong, bekerja tepat waktu, memperhatikan penampilan yang rapi dan bersih, serta mau bekerjasama. Dengan memenuhi semuanya, maka target yang akan dicapai bisa terpenuhi yakni kepuasan wisatawan.

“Semoga dalam acara ini menjadi nilai tambah untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, serta menjadikan kita yang terbaik untuk Kabupaten Berau,” tutup Masrani. (bangun banua)

 

Service Standardization Becomes Tourist Satisfaction Factor

To develop Berau tourism and improve the economy, the Berau Culture and Tourism Office (Disbudpar) is holding a non-star prima service standardization, this time being held in Maratua. Opened by Kadisbudpar Berau, Masrani M.Sc, this activity is expected to increasingly introduce Berau as a tourist area both nationally and internationally. Not only that, the program emphasized that the services provided are a major factor in tourist satisfaction.

“All this is needed synergy between the government and employers, especially in the field of accommodation (hospitality) in collaboration in terms of introducing tourism and improving the quality of excellent service that can provide more value so that domestic and foreign tourists feel their own satisfaction and have a good impression,” he explained.

And through this non-star prima service standardization activity is as a motivator and communicator in an effort to increase the readiness and concern of entrepreneurs, especially hospitality in order to play a role as a good host for the development of tourism.

“So this is a challenge for us to continue to be eager to provide the best for domestic and foreign tourists through increasing the standardization of professional services. “Of course, all this is required a strong will to provide the best service, and tourist awareness is a special guest who must also be given special services,” he added.

A lot of material was given in the standardization event. Sapta fascination in the development of the tourism industry by the Secretary of the BPD PHRI Kaltim, HM Zulkifli, who explained what tourism and the tourism industry are and the importance of tourism awareness (a condition that illustrates the participation and support of all components of the community in encouraging the creation of a climate conducive to the growth and development of tourism in a region destination or region), where the aim is to foster motivation, ability and opportunity for the community as tourists to recognize and love the motherland.

Work motivation and professional attitudes of hotel employees were also given to the participants. This material reminds us that the guest is the most important person in the hotel because guest = income = hotel operational source. In addition, guests are not dependent on us, but we are dependent on guests because we sell services not goods. Guests are not people who bother us, on the contrary are our goals and expectations and are the top priority.

Guests are not strangers to us but an inseparable part of our efforts. Also not a soulless item. He has feelings, emotions, prejudices, like us too. Guests should not be challenged, because our argument certainly does not bring profit. And the important point is that guests are people who use hotel facilities.

For that every hotel employee must have some basic attitudes including polite and friendly, honest and ready to help, work on time, pay attention to a neat and clean appearance, and want to work together. By fulfilling everything, the target to be achieved can be fulfilled, namely tourist satisfaction.

“Hopefully this event will be an added value to increase knowledge, experience, and make us the best for the District of Berau,” concluded Masrani. (bangun banua)

Post a comment

Book your tickets