Tracking Mangrove Diresmikan Bupati Berau

TRACKING dan Pusat Informasi Mangrove telah diresmikan Bupati Berau  Muharram S Pd MM Selasa (20/2) lalu . ?

Hadir Wabup H Agus Tantomo, ketua DPRD Syarifatul Sya’diah, jajaran OPD (organisasi perangkat daerah), Camat Pulau Derawan Kudarat, Kepala Kampung Tanjung Batu Jorgis, dan petinggi MCAI (Millenium Challenge Account Indonesia) dan  Javlec.

Selain meresmikan tracking dan pusat informasi mangrove, Muharram sekaligus meresmikan PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) untuk mendukung pabrik es batu di kampung Teluk Alulu Kecamatan Maratua. PLTS ini juga merupakan bantuan Millenium Challenge Accaount Indonesia  dan konsorium Javlec.

Dalam peresmian ini, fihak MCAI maupun Javlec melalui Adi Nugroho dan  LS Sembiring dari Kehati bahwa pembutan tracking merupakan  partisipasi untuk mengembangkan usaha  ramah lingkungan berbasis potensi lokal di kawasan timur Kabupaten Berau.

Inilah yang diimplementasikan oleh Konsorsium Javlec  Indonesia yang beranggotakan 6 (enam) lembaga, meliputi Yayasan Javlec Indonesia (lead organization), Penjalin (Perkumpulan Jemari Alam Indonesia), YPAB  (Yayasan Pendidikan Anak Bangsa), JALA – Jaringan Nelayan, Kelompok Kerja (Pokja) REDD Kabupaten Pokja  PKHB Berau, dan PT Energi Biru Indonesia.

Disebutkan Adi Nugroho lokasi sasaran proyek difokuskan pada 4 kampung di Kabupaten Berau meliputi kampung Tanjung Batu dan Teluk Semanting (Kecamatan Pulau Derawan) serta Teluk Alulu dan Bohebukut/Teluk Harapan (Kecamatan Maratua).

Di penghujung acara peresmian, Bupati Berau menutup dengan pidatonya yang lebih banyak isinya wejangan kepada BPMK selaku pengelola tracking mangrove dan masyarakat Tanjung Batu.

“Mangrove merupakan salah satu sumber ekonomi masyarakat di Tanjung Batu, sehingganya warga Tanjung Batu harus menjaga keramah tamahan dalam menyambut tamu yang berkunjung ke hutan mangrove maupun tujuan lainya di daerah ini, buatlah lebih cantik lagi Tanjung Batu,” papar Muharram.

 Yang kedua, bupati sangat mengharapkan kejujuran warga Tanjung Batu. “Jangan sampai ada wisatawan yang kehilangan harta bendanya , upayakan tidak ada tindak kriminal,” katanya.

Yang ketiga jangan hanya hutan mangrove saja, ada wisata kuliner yang ditawarkan kepada masyarakat atau wisatawan yang berkunjung,” dan jangan terlalu mahal,”.

Selajutnya jika sudah mengemas dengan baik sehingganya Tanjung Batu bukan lagi tempat transit wisatawan yang biasana ingin berkunjung ke pulau derawan. Tanjung batu merupakan tujuan utama, karena sudah memiliki pesona alam yang menawan.

Selanjutnya bagi BUMK yang mengelola Tracking dan pusat informasi marngrove, harus memiliki legalitas yang jelas.”pelajari regulasinya dengan baik, insya Allah kampung Tanjung Batu ratingnya meningkat,” katanya.(bangun banua)

Post a comment

Book your tickets