TRADISI MALADDUP BULAN SAFAR

Tradisi ini adalah tradisi urang banua (berau), yaitu yangg dilakukan masyarakat banua pada awal rabu bulan safar sampai di 10 hari bulan safar dan di akhir rabu bulan safar, menurut urang bahari bahwa membuat laddup ini sebagai simbol tulak bala, yangg dimaknai dengan sosial sesama manusia, nilai filosofinya adalah saling berbagi, saling mendoakan, silaturrahmi antar sesama,

Laddup adalah padi yg di sangrai dr padi ketan, lalu d lengkapi juga dgn ketupat ketan, dgn bentuk anyaman ketupat burung, ketupat lappas,

Ketupat burung memaknakan ikhtiar mengais rejeki yang telah ditebarkan sang pencipta, dan berbagi kepada sesama,
Ketupat lappas adalah makna dr keikhlasan, dan saling mendoakan antar sesama, dan berlepas menjauhi dari segala larangan sang pncipta,

Laddup adalah makna dari kegembiraan atas sgala kesehatan dan rejeki nikmat yg diberikan sang pencipta.

Tradisi ini masih bisa kita temui di saat waktu pelaksanaannya ada di beberapa kampung di suku banua Kabupaten berau, sperti di Gunung tabur, kampung Maluang, Samburakat, Batu Batu, Bangun Bebanir dan Talisayan,

By. Erson Susanto
#Silaturrahim melestarikan tradisi banua,

Post a comment

Book your tickets