Yuk Berwisata ke Pulau Besing

Destinasi Ekowisata Pulau Besing

Pulau Besing merupakan pulau yang berada di tengah sungai dengan luas 700 Ha (7.000.000 m2) dan jumlah penduduk 83 Kepala Keluarga. Dimana mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dan bisa juga dikategorikan sebagai desa religi.

Point of Interest

Pulau Besing memiliki 2 point of interest di aktivitas susur sungai, yaitu point Bekantan dan point Kaluang:

– Point Bekantan, di point ini tamu dapat melihat kelompok – kelompok Bekantan yang sedang beristirahat. Direkomendasikan untuk melakukan kegiatan susur sungai pada jam 5 sore untuk melihat point Bekantan untuk mendapatkan moment yang pas.

– Point Kaluang, koloni Kaluang atau Kelelawar yang bergelantungan tidur di ranting – ranting pohon menjadi pemandangan yang memukau, terlebih lagi saat kaluang mulai aktif dan terbang hingga menyelimuti langit Pulau Besing. Direkomendasikan untuk susur sungai pada jam 3 – 4 sore untuk mendapatkan pemandangan ini.

Slogan Pulau Besing

Bekawal seribu bekantan adalah slogan pariwisata Pulau Besing. Slogan ini mengandung filosofi yang memiliki dua makna yaitu :

  • Bahwa masyarakat Pulau Besing berkawan dan hidup berdampingan dan saling menjaga keharmonisan alam dan kelangsungan hidup hewan primata kalimantan.
  • Pulau Besing dijaga dan dikawal oleh seribu bekantan yang mengelilingi pulau.

Bekantan (Nasalis larvatus) atau dalam bahasa inggris disebut long nosed monkey ialah jenis primata endemik asli kalimantan, dimana hewan hewan ini hampir punah ditangan para pemburu. Umumnya Bekantan akan bertengger di dahan – dahan pohon bakau secara berkelompok sekitar 10-30 bekantan, sering disebut monyet belanda karena ciri khas memiliki hidung yang panjang dan menggantung dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Bekantan dewasa memliki ukuran tubuh sekitar 53-75cm dan berat 7-24kg dimana Bekantan jantan memiliki tubuh yang lebih besar dibandingkan Bekantan Betina.

Bekantan mengkonsumsi pucuk-pucuk pohon mangrove, buah, kulit pohon, serangga, kepiting. Hal itu dikarenakan Pulau Besing termasuk dalam wilayah konservasi mangrove.

Populasi Bekantan di Pulau Besing tercatat sekitar 1400 ekor (data tahun 2018), Bekantan merupakan satwa dilindungi sebagaimana tertuang dalam lampiran PP no.7 tahun 1999 dan juga ketentuan dalam undang-undang no 5 tahun 1990.

Aktivitas Wisata di Pulau Besing

  1. Membuat Kajang dan Tudung
  2. Wisata Bekantan
  3. Wisata Kaluang
  4. Menikmati Sunset dan Sunrise
  5. Kelas Inspirasi
  6. Kelas Kaligrafi
  7. Belajar Menari dan Bekuntaw
  8. Family BBQ Night

Merajut Kajang dan Tudung Dari Nipah

Salah satu kerajinan yang dihasilkan pulau besing ialah pembuatan Kajang dan Tudung dari daun nipah (Nypa fruticans), daun nipah itu sendiri adalah tanaman sejenis palem yang tumbuh di lingkungan hutan bakau atau daerah pasang surut tepi laut, Masyarakat pulau besing biasanya mampu memproduksi 35-50 lembar atap nipah per rumah setiap harinya.

Wisata Bekantan dan Kaluang

Jika kalian ingin melihat kelompok Bekantan dari kegiatan susur sungai, maka waktu yang tepat ialah saat mereka sudah mulai beristirahat yaitu sekitar jam 5 sore. Untuk melihat koloni Kaluang yang beristirahat atau mulai aktif maka bisa melakukan kegiatan susur sungai pada jam 3-4 sore, Kaluang yang mulai aktif paa jam 4 sore akan terbang mencari makan dan koloni Kaluang yang terbang akan hampir menutupi langit dengan jumlahnya yang banyak.

Family Barbeque Night

Setelah menjalankan aktifitas-aktifitas yang menyenangkan, malamnya ditemani dengan hasil sungai yang disediakan dan bisa dibakar sendiri olehpara tamu wisatawan.

Post a comment

Book your tickets